Konsep yang ia usung adalah menyesuaikan simbol-simbol kisah kelahiran Yesus Kristus dengan latar tempatnya, yakni Jepang. “Goa, tempat kelahiran Yesus nanti akan disesuaikan dengan Gazebo khas Jepang,” katanya saat ditemui Okezone beberapa waktu lalu.
Agustinus menjelaskan bahwa persiapan konsep dekorasi tersebut sudah dibicarakan sejak bulan Oktober 2017. Rumusan konsep tersebut membuahkan sketsa dekorasi di bagian utara dan selatan altar gereja. Abstraksi konsep tersebut kemudian diwujudkan berkat kerjasama antara penanggung jawab dekorasi dan OMK3R sejumlah 25 orang.
Ketua Panitia, FX Parman mengatakan bahwa konsep negeri Jepang disetujui sebagai nuansa Natal tahun 2017 di Gereja Katedral karena hal tersebut menyimbolkan bahwa kelahiran Yesus Kristus bisa terjadi di mana saja.
“Yesus Kristus itu milik semua umat. Kelahiran Yesus bukan hanya terjadi di Betlehem. Yesus bisa lahir di mana saja, termasuk di Jepang,” ujar Parman.
(Baca Juga: Geliat Kemeriahan Menyambut Natal di Bangka Belitung)
Persiapan Natal ala Jepang di Gereja Katedral Purwokerto (foto: Sucipto Cipto/Okezone)