Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Hari Natal, Menengok Kemesraan Gereja dan Masjid di Solo

Bramantyo , Jurnalis-Senin, 25 Desember 2017 |17:10 WIB
Hari Natal, Menengok Kemesraan Gereja dan Masjid di Solo
GKJ Joyodiningratan dan Masjid Al-Hikmah di Solo (foto: Bramantyo/Okezone)
A
A
A

Hal senada disampaikan salah seorang takmir Masjid Al-Hikmah bernama Natsir. Dia mengatakan, kerukunan sudah terjalin sejak kedua tempat ibadah ini berdiri. Perlu diketahui GKJ Joyodiningratan dibangun pada masa kolonial yakni era penjajahan Belanda, yakni pada tahun 1939. Sedangkan Masjid Al-Hikmah dibangun pasca kemerdekaan pada tahun 1947.

"Hubungan baik antar kedua agama ini sebenarnya sudah terlihat saat tanah seluas 1.600 meter persegi dibeli dari Haji Ahmad Zaini untuk didirikan gereja. Meski setuju, namun Haji Ahmad Zaini kala itu meminta pihak yang membeli tanah untuk didirikan gereja tidak membeli seluruhnya. Karena di tanah itu, Haji Ahmad Zaini ingin mendirikan musala," terang Natsir.

Dan untuk Natal 2017, Natsir mengungkapkan, para pengurus masjid Al-Hikmah telah siap membantu mengamankan jalannya perayaan Natal di GKJ bersama aparat kemanan dan ormas keagamaan lainnya seperti dari Banser NU.

Sementara itu keceriaan datangnya Natal juga dirasakan para pemuda Gereja Bethel Injil Semesta (GBIS) di Jalan Arief Rahmad Hakim, Tegalharjo, Jebres, Solo, Jawa Tengah. Terlihat para jemaat di gereja tersebut mulai mempersiapkan diri menyambut perayaan Natal.

(Baca Juga: Uniknya Pohon Natal "Raksasa" dari Kepingan CD di Depok)

Saat Okezone menyambangi gereja itu, dari dalam gereja, terdengar lagu puji-pujian. Tampaknya para pemuda gereja ini tengah berlatih agar tampil prima di malam natal. Para pemuda ini sangat serius sekali berlatih. Meskipun disela latihan, tawa dan canda mewarnai latihan mereka.

Sedangkan di deretan tempat duduk para jemaat, mulai dari lantai dasar hingga lantai tiga di GBIS Kepunton, terlihat beberapa petugas dari GBIS Kepunton tengah mempersiapkan tempat duduk yang dipastikan akan dipenuhi 4000 jemaat gereja GBIS Kepunton. Termasuk mempercantik mimbar serta altar GBIS Kepunton.

Indri salah seorang jemaat GBIS Kepunton mengaku sudah melupakan insiden bom bunuh diri yang terjadi di tahun 2011 lalu. Natal kali ini, Indri optimis akan ada kedamaian saat perayaannya.

"Gereja kita memang pernah di bom bunuh diri. Tapi itukan dulu. Dan bukan berarti setiap Natal kita selalu cemas. Kalaupun ada hal yang terburuk menimpa saat kita beribadah, kita berada dalam gembalannya," jelas Indri.

(Fiddy Anggriawan )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement