JAKARTA - Bakal calon gubernur Jawa Barat yang diusung PDI Perjuangan, Tubagus Hasanudin menceritakan saat dirinya diberikan tugas oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk bertarung dalam perhelatan pemilihan gubernur (Pilgub) Jawa Barat.
"Jadi dalam dua hari ini saya berada di Bandung dan kemarin saya dipanggil untuk menghadap pada pukul 21.30 WIB saya menghadap Ketum Ibu Megawati. Kemudian dari situ berbicara tentang peta politik di jabar kemudian beliau memerintahkan kepada saya maju sebagai calon gubernur di Jabar karena perintah dan saya laksanakan, siap," ujar Hasanudin di Kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (7/1/2018).
(Baca: Polisi Berprestasi, Alasan PDIP Jagokan Anton Charliyan sebagai Cawagub Jabar)
Setelah mendapatkan mandat dari Megawati, Ketua DPD PDIP Jawa Barat ini mengaku siap memenangkan Pilgub Jabar bersama pasangannya yang telah dipilih Megawati yakni Anton Charliyan.
Hasanudin mengungkapkan, dirinya tak percaya dengan survei elektabilitas yang dilakukan berbagai lembaga survei. Sebab hasil survei menurut Wakil Ketua Komisi I DPR itu kerap berbeda dengan hasil sebenarnya.
"Jadi saya setengah percaya antara iya dan tidak yang namanya suvei elektabilitas. Yang paling terakhir kami sangat optimis," ucapnya.
Sementara itu, Anton Charliyan mengaku sejak lama telah diminta PDIP untuk bersosialisasi di Jawa Barat. Menurutnya, sosialisasi itu dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana keseriusan untuk maju di Pilgub Jabar.
"Jadi saya tidak menengok kiri-kanan, saya terus sosialisasi ke seluruh daerah di Jawa Barat. Bahkan sudah ada hampir 100 posko relawan di Jabar," tutur Anton.
(Baca juga: Megawati Percayakan Tb Hasanudin-Anton Charliyan Bertarung di Pilgub Jabar)
Sebelumnya Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat mengumumkan calonnya mengenal TB Hasanudin merupakan sosok yang dikenal mau berjuang. Mega bahkan telah mengenal Kang Tebe, sapaan akrabnya sejak ia menjabat Sekretaris Militer saat Mega menjadi Presiden. TB Hasanudin, menurut Mega telah menjadi ajudan sejak Presiden BJ Habibie.
"Dia itu dulu sempat jadi sekmil. Keren dia ini. Ajudan pak habibie ya. Begitu saya presidem, sekmilnya ibu ganti. Memang kenapa? Dia orangnya pak Habibie. Tapi saya lihat wah sekmilku keren juga. Saya manggilnya akang kalo tak resmi. Bisa bahasa asing tidak? Siap, bisa Bahasa Prancis. Ya udah ya lanjut jadi sekmil saya ya," cerita Mega.
Sementara Anton Charliyan diketahui merupakan perwira tinggi aktif kepolisian berpangkat Inspektur Jenderal (Irjen). Jenderal bintang dua ini pernah menjabat sebagai Kadiv Humas Mabes Polri, dan ia pun pernah menjabat Kapolda Jawa Barat.
"Ini sekarang wakilnya polisi namanua Irjen Anton Charliyan. Anton itu angkatan 84, jadi katamya cocok bu. Fight buat jabar," ungkap Mega.
(Ulung Tranggana)