Helikopter Militer AS Mendarat Darurat di Hotel Jepang

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Selasa 09 Januari 2018 00:02 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 08 18 1841955 helikopter-militer-as-mendarat-darurat-di-hotel-jepang-uWJcUQvfmk.jpg Helikopter AH-1 milik militer AS (Foto: Hovering Helicopter)

OKINAWA – Gangguan operasional kembali melanda sebuah helikopter milik militer Amerika Serikat (AS) yang berbasis di Jepang. Helikopter serbu AH-1 itu mendarat di sebuah hotel di Okinawa pada Senin 8 Januari pagi waktu setempat.

Menurut laporan media Jepang, NHK, kru helikopter sengaja melakukan prosedur pendaratan darurat karena lampu peringatan menyala. Melansir dari Reuters, Selasa (9/1/2018), helikopter tersebut mendarat dengan bertumpu pada gundukan tanah. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden itu.

Beberapa insiden terkait helikopter juga terjadi belakangan ini. Sebuah helikopter transportasi milik USMC mendarat darurat di wilayah pantai Okinawa pada Sabtu 6 Januari karena gangguan pada rotor. Sebelumnya, jendela helikopter militer AS jatuh saat mengudara dan menimpa sekolah di Jepang.

BACA JUGA: Jendela Helikopter Angkatan Laut AS Jatuh di Sebuah Sekolah Dasar di Jepang dan Timpa Seorang Siswa 

Sejumlah insiden tersebut, ditambah dengan perilaku personel militer AS memicu perlawanan keras terhadap kehadiran mereka di Okinawa. Belum hilang dari ingatan di mana seorang perwira militer AS menabrak truk kecil yang dikendarai pria lokal Okinawa hingga tewas.

Perilaku personel militer AS di Okinawa beberapa kali dikeluhkan oleh warga setempat pada 2016. Di tahun yang sama, beberapa personel dilarang mengemudikan kendaraan bermotor karena menyebabkan kecelakaan. Mereka diketahui sedang mabuk saat berkendara.

BACA JUGA: Puluhan Ribu Warga Jepang Tolak Kehadiran Militer AS 

Kontroversi lain adalah kasus pemerkosaan dan pembunuhan dua orang perempuan muda setempat. Jenazah kedua korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Gubernur Okinawa, Takeshi Onaga, termasuk salah satu orang yang menentang kehadiran sekira 50 ribu tentara AS di kepulauan tersebut.

Terletak di posisi strategis di Laut China Timur, Okinawa, sempat berada di bawah penjajahan Amerika Serikat hingga diserahkan kembali pada 1972. Sekira 30 ribu personel militer AS tinggal dan bekerja di pangkalan-pangkalan di Okinawa yang jumlahnya mencakup seperlima wilayah kepulauan tersebut.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini