JAKARTA - Ketua Komisi II DPR RI, Zainuddin Amali memprediksi pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 rawan dari penyebaran isu Suku, Agama, Ras dan Antar-Golongan (SARA) di media sosial.
Amali menuturkan, penyebaran isu SARA di medos biasanya dimanfaatkan oleh oknum untuk menjatuhkan lawan politik satu sama lain saat pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan itu.
"Merebak isu SARA yang digunakan untuk mendukung pasangan tertentu dan lemahkan pasangan tertentu," ujar Amali di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (9/1/2018).
Tak hanya itu, Ketua DPP Partai Golkar itu menyebut, praktik politik uang juga masih akan menjadi salah satu kerawanan yang tinggi saat pelaksanaan Pilkada 2018. Kemudian, Amali menyatakan ujaran kebencian di medsos juga menjadi salah satu potensi kerawanan yang terjadi.
"Penggunaan medsos yang bernada negatif, kampanye hitam bahkan cenderung fitnah. Jadi tiga itu indeks kerawanan-kerawanan yang ada," kata dia.