Image

Perbatasan Iran-Irak Kembali Diguncang Gempa 5,5 SR

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Kamis 11 Januari 2018 15:52 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 11 18 1843528 perbatasan-iran-irak-kembali-diguncang-gempa-5-5-sr-GmVWupZAKh.jpg Ilustrasi gempa (dok. Okezone)

KERMANSHAH – Wilayah perbatasan antara Iran dengan Irak kembali diguncang gempa. Menurut stasiun televisi milik pemerintah Iran, gempa yang cukup kuat melanda Provinsi Kermanshah sekira pukul 10.00 waktu setempat. Tim SAR langsung dikerahkan ke Kermanshah untuk melakukan antisipasi.

“Gempa mengguncang Kota Sumar yang terletak di antara Provinsi Ilam dan Kermanshah. Sejauh ini tidak ada korban jiwa atau luka-luka berdasarkan laporan yang kami terima,” ujar seorang pejabat setempat kepada stasiun televisi tersebut, mengutip dari Reuters, Kamis (11/1/2018).

Gempa susulan terjadi beberapa kali di Irak Tengah berselang satu jam setelah guncangan awal tersebut. Akibatnya, warga langsung berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri. Gempa bahkan terasa hingga Ibu Kota Baghdad.

Stasiun televisi milik pemerintah Irak melaporkan, tidak ada kerusakan atau korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Layanan internet dan listrik di Provinsi Wasit dan Diyala yang berada di Irak Tengah juga tidak mengalami gangguan berarti.

Menurut Badan Geologi Amerika Serikat (USGS), guncangan gempa terdeteksi pada angka 5,5 Skala Richter (SR). Kepanikan warga cukup beralasan mengingat musibah gempa dahsyat yang terjadi pada November 2017 di wilayah perbatasan tersebut.

BACA JUGA: Hari Kedua Pasca-gempa Iran-Irak, Korban Tewas Mencapai 580 Orang 

Wilayah perbatasan Irak dan Iran tersebut dihantam gempa berkekuatan 7,3 SR pada 12 November 2017 hingga mengakibatkan 580 orang tewas dan ribuan lainnya luka-luka. Korban sebagian besar diketahui berada di Provinsi Kermanshah, Iran.

BACA JUGA: Mayoritas Korban Tewas Gempa Iran-Irak Tertimbun Bangunan, Rouhani Janji Selidiki Proyek Perumahan Era Ahmadinejad

Sebagian besar korban meninggal dunia dan luka-luka akibat tertimpa reruntuhan rumah mereka. Presiden Iran, Hassan Rouhani, menuding buruknya kualitas rumah yang dibangun selama masa pemerintahan pendahulunya, Mahmoud Ahmadinejad, sebagai penyebab banyaknya korban.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini