nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bagian Sayap Pesawat PM Jepang Jatuh saat Mengudara

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Jum'at 12 Januari 2018 19:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 12 18 1844109 bagian-sayap-pesawat-pm-jepang-jatuh-saat-mengudara-ZuZ7lWvurM.jpg Panel sayap pesawat kenegaraan Jepang jatuh saat mengudara (Foto: Wikipedia)

TOKYO – Sebuah panel dari sayap pesawat jumbo jet yang biasa ditumpangi Perdana Menteri (PM) Jepang, Shinzo Abe, jatuh saat tengah mengudara. Pasukan Bela Diri Jepang mengatakan, panel berukuran sebesar laptop itu diduga jatuh saat tengah mengudara.

Pihak berwenang baru menyadari hilangnya panel tersebut dari pesawat Boeing 747, salah satu dari dua pesawat yang biasa dipakai Abe untuk kunjungan luar negeri, setelah terbang dari Tokyo menuju pangkalannya di Hokkaido pada Kamis 11 Januari.

Panel yang diketahui berukuran 38 x 20 sentimeter (cm) itu tidak berhasil ditemukan di mana pun. Bagian yang hilang tersebut adalah panel akses di dekat pilar yang menghubungkan salah satu mesin ke sayap bagian kanan pesawat.

“Tidak ada tanda-tanda benda tersebut di landasan pacu sehingga sulit untuk dilacak,” ujar juru bicara Angkatan Udara Pasukan Bela Diri Jepang (ASDF), mengutip dari Reuters, Jumat (12/1/2018).

Ia menambahkan, ASDF akan menggelar penyelidikan untuk menentukan penyebab jatuhnya panel tersebut.

Dua buah pesawat milik pemerintah Jepang terbang dari Tokyo menuju Hokkaido pada Jumat pagi dengan membawa rombongan PM Shinzo Abe, beberapa pejabat pemerintah, serta perwakilan pebisnis, untuk melakukan kunjungan selama enam hari ke Eropa Timur. Abe sendiri tidak naik pesawat Boeing 747 yang kehilangan panel tersebut.

Jepang diketahui memesan dua unit pesawat Boeing 777 untuk menggantikan jumbo jet mereka yang sudah dimakan usia mulai Maret 2019. Negeri Sakura juga berencana menunjuk Japan Airlines Co. untuk merawat pesawat-pesawat tersebut menggantikan tugas yang selama ini dipegang ANA Holding.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini