Fredrich Yunadi Terancam Dipecat sebagai Anggota Peradi

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Jum'at 12 Januari 2018 17:38 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 12 337 1844204 fredrich-yunadi-terancam-dipecat-sebagai-anggota-peradi-3XvI4SO2cB.jpg

JAKARTA - ‎Fredrich Yunadi terancam dipecat dari keanggotaan Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) apabila melanggar etik sebagai pengacara. Fredrich sendiri akan disidang etik oleh Peradi dalam waktu dekat terkait kasusnya di KPK.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), Victor W. Nadapdap mengatakan, apabila ada pelanggaran hukum yang dilakukan oleh Fredrich sudah pasti maka ada etik yang dilanggarnya.

"Nanti jadi sanksinya mulai dari ‎teguran sampai pemberhentian tetap," kata Victor saat dikonfirmasi awak media, Jumat (12/1/2018).

Victor menjelaskan, Fredrich akan diproses oleh Dewan Kehormatan Peradi atas dugaan pelanggaran etiknya. Nantinya, Fredrich akan digali seputar kasus dugaan merintangi penyidikan e-KTP yang sedang ditangani KPK.

(Baca Juga: Fredrich Yunadi Baru Ajukan Surat Pemeriksaan Etik ke Peradi Hari Ini)

‎"Nah nanti baru diputuskan oleh Dewan Kehormatan. Saya sendiri di Komisi Pengawasan. Tapi enggak lepas untuk mengawasi tingkah laku advokat seluruh Indonesia," terangnya.

Sejauh ini, belum ada keputusan yang diambil Peradi terkait dugan pelanggaran etik Fredrich Yunadi. Kata Victor, apabila surat permohonan dari Fredrich sudah diproses, maka akan dilakukan pemeriksaan selama sekira tiga hari.

"Bisa cepat proses sidang etiknya, dua sampai tiga hari selesai untuk pemeriksaan.‎ Siapa pendukungnya, kalau perlu nanti kita panggil juga teman-temannya yang di mobilnya Setnov itu," pungkasnya.

(Baca Juga: Fredrich Yunadi Mangkir dari Pemeriksaan KPK sebagai Tersangka Kasus E-KTP)

Fredrich Yunadi sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan Dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Jakarta, Bimanesh Sutarjo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Keduanya ditetapkan tersangka terkait kasus dugaan dengan sengaja merintangi, menghalangi, atau menggagalkan proses penyidikan perkara korupsi e-KTP, yang menjerat Setya Novanto.

Diduga, ada skenario jahat yang dilakukan oleh Fredrich Yunadi dan Dokter Bimanesh untuk mengamankan Setnov pada saat mantan Ketua DPR RI tersebut menjadi buronan KPK atas kasus dugaan korupsi e-KTP yang menyeretnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini