Image

Komisi Pengawasan Peradi Usut Dugaan Pelanggaran Fredrich Yunadi

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Minggu 14 Januari 2018, 18:37 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 14 337 1844782 komisi-pengawasan-peradi-usut-dugaan-pelanggaran-fredrich-yunadi-1AJzh62HCQ.jpg foto: Okezone

JAKARTA - Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN Peradi) menyatakan saat ini masih terus mendalami adanya dugaan penyalahgunaan profesi yang dilakukan oleh mantan Kuasa Hukum terdakwa kasus korupsi e-KTP Setya Novanto (Setnov), Fredrich Yunadi.

Wasekjen DPN Peradi, Rivai Kusumanegara mengungkapkan, pengusutan kasus Fredrich Yunadi di internal Peradi ditangani oleh Komisi Pengawasan (Komwas) Peradi.

"Jadi gini yang dilakukan Peradi itu mekanismenya pertama ditangani oleh Komisi pengawasan (Komwas)," ucap Rivai di Kantor ICW, Jakarta Selatan, Minggu (14/1/2018).

Resmi! KPK Tahan Pengacara Setnov Fredrich Yunadi

Rivai menjelaskan, Komwas berbeda dengan Dewan Kehormatan Peradi. Perbedaannya adalah Komwas akan bergerak apabila ada kasus yang menyeruak ke publik.

 (Baca juga: ICW: Advokat di Pusaran Korupsi Bukan Cerita Baru)

Sedangkan Dewan Kehormatan, kata Rivai, harus menunggu pengaduan yang diajukan oleh masyarakat. Oleh sebab itu, dalam kasus Fredrich, Komwas bergerak mengusut dugaan tersebut. Mengingat, belum adanya laporan terkait hal itu.

"Nah karena kasus Fredrich Yunadi tak ada pengaduan maka Komwas berdiri di depan untuk bekerja. Dari hasil monitoring lalu diserahkan ke dewan kehormatan untuk dilakukan persidangan," papar Rivai.

(Baca juga: Tak Hanya Fredrich Yunadi, ICW Sebut 21 Advokat Pernah Terjerat Pidana Korupsi)

Dengan begitu, Rivai menyatakan, akan berkordinasi dengan pihak KPK untuk memberikan kesempatan agara Fredrich menghadiri sidang etik di Peradi. Mengingat, kasus ini mempengaruhi nama baik dari seorang advokat.

"Karena itu kami harapkan disamping proses hukum di KPK beliau tetap diminta kesempatan untuk hadir disidang etik. Nanti kami lihat nanti itu yang sebenarnya kami bisa ambil bagian," tutup dia.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini