Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Riuh di Medsos Belum Tentu Berdampak di Bilik Suara

Wahyudi Aulia Siregar , Jurnalis-Selasa, 23 Januari 2018 |06:05 WIB
Riuh di Medsos Belum Tentu Berdampak di Bilik Suara
Ilustrasi.
A
A
A

MEDAN - ‎Isu-isu terkait pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) kerap menjadi viral akibat tingginya partisipasi warganet. Mereka saling berbagi informasi hingga berdebat terkait dukung-mendukung atau pelaksanaan pilkada itu sendiri di media sosial.

Namun menurut Pengamat Politik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Arifin Saleh Siregar, riuh warganet di media sosial itu tak selalu berbanding lurus dengan partisipasi mereka saat menyalurkan aspirasi politik di bilik suara.

Partisipasi aktif warganet itu juga tidak akan memberikan pengaruh besar terhadap potensi kemenangan pasangan bakal calon tertentu. Sebab komentar dan perdebatan tersebut hanya berada pada level masyarakat menengah.

"Sementara masyarakat di akar rumput itu tidak akan termakan oleh perdebatan di media sosial. Metode pendekatan kepada mereka masih tetap sama yakni pendekatan secara personal,"ujar Arifin, Senin 22 Januari 2018.

(Baca juga: Menakar Peluang Calon dari Militer di Pilkada Serentak 2018)

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement