Puluhan Santri Pondok Pesantren di Demak Keracunan Massal

Taufik Budi, Sindo TV · Jum'at 26 Januari 2018 20:13 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 26 512 1850891 puluhan-santri-pondok-pesantren-di-demak-keracunan-massal-zgvbzHr6TV.jpg Santri di Ponpes Syafaatul Quran keracunan massal (Foto: Taufik Budi)

DEMAK - Puluhan santri Pondok Pesantren Syafaatul Quran di Dukuh Rimbu Lor, Desa Rejosari, Kecamatan Karangawen, Demak mendadak menderita mual dan pusing yang diduga akibat keracunan makanan. Banyaknya korban membuat pengurus ponpes segera mengevakuasi ke beberapa rumah sakit dan puskesmas.

Peristiwa nahas itu bermula saat para santri bersama - sama menyantap makan malam yang disediakan pihak pondok pada Kamis 25 Januari malam. Menu malam itu berupa nasi dengan sayur oseng sawi.

"Setelah menyantap makanan tersebut sebagian santriwati mulai menderita mulas dan mual serta pusing. Namun, hal tersebut bertahan sampai pagi harinya karena mereka menganggap hanya sakit perut biasa," kata Kabag Ops Polres Demak, Kompol Sutomo, Jumat (26/1/2018).

(Baca Juga: Tenggak Cairan Etanol, 2 Pelajar Tewas dan Belasan Lainnya Dirawat Intensif)

Hingga Jumat siang, jumlah santri yang menderita gejala keracunan makanan semakin banyak. Bahkan, jumlah korban mencapai 41 orang, hingga pengurus ponpes bergegas membawa mereka ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis.

"Oleh pengurus pondok mereka dilarikan ke Puskesmas Karangawen dengan rincian 10 santriwati dan satu santriwan. Sedangkan di RS Pelita Anugerah sebanyak empat orang, RSUD Ketileng empat orang, dan sudah diizinkan pulang ke rumah sebanyak dua orang. Sementara 20 santri di pondok kondisinya mulai membaik," terangnya.

(Baca Juga: Puluhan Murid SD di Malang Keracunan Jajanan di Sekolah)

Dia menambahkan, tak semua santri yang menderita gejala keracunan usai menyantap hidangan malam. Sebagian santri yang hanya sarapan pagi dengan menu nasi mi kering juga merasakan hal yang sama. Bahkan, santri yang hanya minum air di ponpes juga turut menderita sakit.

"Kami masih menyelidiki penyebab mereka keracunan. Sejumlah saksi dan pengurus pondok kita mintai keterangan. Yang penting sekarang santri yang sakit bisa mendapat pertolongan dulu, biar cepat sembuh," pungkasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini