Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pidato Kenegaraan Trump Penuh Klaim Keberhasilan

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Rabu, 31 Januari 2018 |16:08 WIB
Pidato Kenegaraan Trump Penuh Klaim Keberhasilan
Presiden AS Donald Trump, disaksikan Wapres AS Mike Pence, menyampaikan pidato kenegaraan perdananya di Gedung Capitol, Washington, AS, pada Selasa 30 Januari 2018. (Foto: Reuters)
A
A
A

PRESIDEN Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan pidato kenegaraan pertama pada Selasa 30 Januari malam waktu Washington. Dalam pidato tersebut, Trump memberi perhatian khusus kepada keberadaan penjara Guantanamo di Kuba selain menyampaikan klaim berbagai keberhasilan selama satu tahun menjabat.

"Saya baru menandatangani surat perintah yang menginstruksikan Menteri (Pertahanan) (James) Mattis...untuk meninjau kembali kebijakan penahanan militer dan tetap membuka fasilitas penahanan di Teluk Guantanamo," cetus Trump.

Kebijakan ini kebalikan dengan keputusan Barack Obama saat pertama menjabat presiden.

Di hadapan para anggota Kongres yang didominasi Partai Republik, dia mengatakan: "Inilah waktu terbaik untuk mulai menjalani mimpi Amerika".

Trump juga menyatakan pemerintahannya sedang "membangun Amerika yang aman, kuat, dan bangga".

Dalam kaitannya dengan membangun, Trump meminta Partai Republik dan Partai Demokrat untuk bersatu demi menciptakan "infrastruktur yang aman, cepat, bisa diandalkan, dan modern yang diperlukan ekonomi".

Berkenaan dengan itu, dia menyeru kepada Kongres agar menciptakan undang-undang yang bisa mengucurkan dana infrastruktur sebesar US$1,5 triliun.

Apa yang Trump Katakan Soal Kebijakan Luar Negeri?

Trump mengecam Korea Utara yang "bejat".

Dia memperingatkan bahwa ambisi Pyongyang "membuat rudal nuklir yang sembrono dapat segera mengancam" Amerika Serikat.

"Kita menjalankan serangkaian tekanan maksimal untuk mencegah hal itu terjadi."

Trump juga menyanjung pembelot difabel asal Korut, Ji Seong-ho, yang kabur dari Korut. Sosok tersebut dihadirkan untuk mendengar pidato Trump di antara para hadirin.

Presiden Amerika Serikat itu lalu menyebut bahwa hampir semua kawasan di Suriah dan Irak yang semula dikuasai ISIS telah diambil alih.

"Kami akan meneruskan perlawanan kami sampai ISIS dikalahkan," cetusnya.

Apabila dua presiden AS sebelumnya menggunakan pidato kenegaraan untuk menjabarkan prediksi kemenangan pasukan AS di Afghanistan, Trump justru kurang membahas topik tersebut.

Dia mengatakan "militer tidak lagi diabaikan oleh lini masa rekaan".

Trump juga hanya menyebut Rusia satu kali sebagai rival.

Beragam Klaim

Trump juga mengklaim sejumlah pencapaian selama setahun pemerintahannya.

"Sejak pemilihan umum, kami telah menciptakan 2,4 juta pekerjaan baru, termasuk 200 ribu pekerjaan baru di sektor manufaktur saja," ujarnya.

Klaim itu didukung data Biro Statistik yang menyebut jumlah pekerjaan baru di AS sejak November 2016 (Trump menang pilpres 8 November dan dilantik pada 20 Januari 2017) mencapai 2,37 juta posisi.

Kemudian pada 2017, Biro Statistik Buruh mencatat pekerjaan baru di sektor manufaktur berjumlah 196 ribu posisi.

Soal pajak, Trump mengklaim telah melakukan "pemangkasan pajak dan reformasi terbesar sepanjang sejarah Amerika".

Benarkah demikian?

Laman Politifact menyebut klaim itu tidak benar.

Mengutip statistik Departemen Keuangan, sedikitnya satu pemangkasan pajak pada 2013 saat Barack Obama menjabat presiden lebih besar dari segi nilai nominalnya.

Adapun dari segi Produk Domestik Bruto, enam pemangkasan pajak lainnya diprediksi punya dampak lebih besar.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement