nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Lacak Aliran Suap Pengadaan Pesawat ke Petinggi Garuda Indonesia

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 31 Januari 2018 15:58 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 31 337 1852706 kpk-gali-aliran-suap-pengadaan-pesawat-ke-petinggi-garuda-indonesia-m8xhg6U212.jpg Juru Bicara KPK Febri Diansyah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang melacak dugaan dana suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat Airbus A330-300 ‎yang mengalir ke petinggi PT Garuda Indonesia. Hal itu terungkap lewat pemeriksaan sejumlah petinggi PT Garuda Indonesia, dalam beberapa bulan terakhir.

"Pemeriksaan saksi-saksi di Indonesia untuk mengklarifikasi proses pengadaan, kontrak-kontrak yang terkait dan dugaan aliran dana pada sejumlah pihak," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (31/1/2018).

Belakangan ini, diketahui terdapat sejumlah petinggi PT Garuda Indonesia yang diperiksa penyidik KPK dalam pengusutan kasus suap pesawat dan mesin pesawat ini. Salah satu yang diperiksa KPK yakni, Vice President Corporate Secretary and Investor Relations PT Garuda Indonesia, Hengki Heriandono.

(Baca Juga: Petinggi Garuda Indonesia Kembali Diperiksa Terkait Suap Pesawat)

Kemudian, Vice President T‎reasury Management PT Garuda Indonesia, tahun 2005-2012, Albert Burhan, dan Direktur Utama PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia, Iwan Joeniarto. Ketiganya diperiksa untuk penyidikan mantan Dirut PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar.

Febri menambahkan, dalam pengusutan kasus tersebut, pihaknya juga sedang melakukan kerjasama dengan lembaga antikorupsi serta penegak hukum di luar negeri. Kerjasama tersebut‎ yakni berupa timbal balik bantuan hukum atau Mutual Legal Assistance (MLA).

"Terkait kerjasama luar negeri, khususnya (KPK) menunggu respons MLA dari sejumlah negara yang dituju," pungkasnya.

(Baca Juga: KPK Panggil Dirut PT Garuda Indonesia Terkait Suap Pesawat)

Sejauh ini, KPK baru menetapkan dua orang tersangka dalam kasus dugaan suap pembelian pesawat dan mesin pesawat Airbus A330-300 milik PT Garuda Indonesia dari perusahaan mesin raksasa di dunia Rolls Royce.

Dua tersangka tersebut yakni, mantan Dirut PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar dan Beneficial Owner Connaught International, Soetikno Soedarjo sekaligus Bos PT MRA. Namun, keduanya belum dilakukan penahanan oleh KPK.

Dalam kasus ini, Emirsyah diduga telah menerima suap dari perusahaan mesin Rolls Royce terkait dengan pengadaan mesin A330-300. Suap tersebut diberikan Rolls Royce kepada Emirsyah dalam bentuk uang dan barang melalui perantara Soetikno Soedarjo.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini