Share

Sisa Api Unggun Pendaki Diduga Jadi Penyebab Kebakaran Gunung Talang

Rus Akbar, Okezone · Kamis 01 Februari 2018 20:17 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 01 340 1853469 sisa-api-unggun-pendaki-diduga-jadi-penyebab-kebakaran-gunung-talang-QgA5ykg2IY.jpg Gunung Talang terbakar (Foto: Rus Akbar)

PADANG - Diduga sisa api atau puntung rokok para pendaki membuat puncak Gunung Talang di Kabupaten Solok , Sumatera Barat terbakar sejak pagi tadi sampai sore ini, api terus menjalar mendekati kawasan hutan lindung.

“Tadi dikira ada letusan Gunung Talang tapi setelah terus diamati ternyata puncak Gunung Talang yang terbakar, info sementara diduga sisa api unggun atau mungkin puntung rokok para pendaki yang masih tersisa apinya,” ungkap Pengamat Gunung Talang di Solok, Seprius pada Okezone, Kamis (1/2/2018).

Info yang diperoleh para pendaki Gunung Talang diduga terjebak akibat kebakaran puncak Gunung Talang. “Info yang kita dapat kabarnya para pendaki terjebak tapi itu belum pasti mudah-mudahan mereka dalam perjalanan turun, karena sampai saat ini kita belum dapat kabar,” tuturnya.

(Baca Juga: Kebakaran Jalur Pendakian di Puncak Gunung Talang Meluas, Pendaki Diungsikan)

Puncak Gunung Talang yang terbakar itu ada tiga titik, yaitu bagian sisi selatan, tenggara dan timur dan dekat kawah gunung. “Sampai saat ini panjang yang terbakar itu ada sekira 1 kilometer dan sudah mendekati kawasan hutan lindung,” terang Seprius.

 

Pengamat Gunung Talang sudah mengabarkan kejadian tersebut kepada BPBD Kabupaten Solok dan BPBD Provinsi Sumatera Barat. “Umumnya lahan yang terbakar itu hanya semak ilalang dengan kondisi cuaca panas itu akan mudah tersulut api,” terangnya.

Untuk memadamkan api, sambung Seprius, ada dua cara membuat selokan agar api tidak menjalar ke daerah lain kemudian bisa dipadamkan dengan helikopter. “Kalau memakai mobil pemadam kebakaran itu tidak mungkin karena posisi terbakarnya di puncak gunung,” ujarnya.

Gunung Talang memiliki ketinggian 1.597 meter dari permukaan laut. Status Gunung Talang sedianya masih waspada sejak 20 Desember 2014.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini