Menjawab harapan para anggota Hati Emas terkait perbaikan birokrasi dan kepastian hukum, Ijeck mengaku hal tersebut telah menjadi prioritas mereka. Karena harapan itu juga menjadi harapan kebanyakan masyarakat Sumut lainnya.
“Saya paham betul soal masalah itu, dan itu harus segera diperbaiki kalau nanti kita dipercaya memimpin Sumatera Utara. Termasuk soal infrastuktur itu wajib, baik untuk pariwisata maupun untuk kegiatan perekonomian lainnya. Kalau infrastrukturnya buruk, bagaimana hasil bumi bisa dibawa untuk dipasarkan dengan harga yang baik. Bagaimana masyarakat kita bisa sejahtera dan bermartabat,” tandas Ijeck.
(Baca Juga: Cerita Ketua Perindo Sumut soal Edy Rahmayadi: Tak Kenal Maka Tak Sayang)
Sementara itu terkait persoalan kebhinekaan yang belakang ini sering dipertanyakan dan menyasar kelompok etnis Tionghoa, Ijeck menjawab santai. Menurut Ijeck, kebhinekaan adalah semangat yang dipegang oleh Edy Rahmayadi yang merupakan seorang patriot, serta dirinya yang juga telah terbiasa hidup berdampingan dengan kelompok etnis Tionghoa.
“Saya tidak perlu berjanjilah, tak perlu buat program khusus. Karena kebhinekaan itu kan harus dilakukan semua kita. Jadi semangat kita semua. Apalagi pak Edy yang merupakan seorang tentara. Dari dulu juga sebenarnya tidak ada masalah. Ini bukan karena saya mau ikut pilkada. Tapi karena pengalaman pribadi saya, yang lahir, bergaul, berusaha bahkan bersaudara dengan etnis Tionghoa sejak kecil,” tukasnya.
(Baca Juga: Edy-Ijeck Keliling Temui Tokoh-Tokoh Tanjungbalai)
“Jadi tidak usahalah ada pengkotak-kotakkan. Pilkada ini biasa. Dari dulu kita juga pilkada tidak ada bicara suku dan agama. Kenapa hari ini itu yang terlalu ditonjolkan. Saya yakin dan percaya masyarakat sudah bisa memilah bahwa pemimpin itu bukan untuk satu golongan, tapi untuk semuanya,” tutupnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.