MAKASSAR - Setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) meminta produsennya menarik suplemen makanan Viostin DS yang positif mengandung DNA babi, beberapa toko obat di Makassar juga secara perlahan memindahkan barang tersebut dari kemasan jual.
Tak ayal, suplemen jenis tablet Enzyplex juga ternyata mengandung DNA babi. Di Makassar sendiri, pelanggan setia produk ini berasal dari kalangan wanita paruh baya. Hal ini dibeberkan lansung oleh Dewi selaku apoteker penangung jawab apotek di salah satu pusat toko obat terbesar yang berada di Jalan Boulevard, Makassar.
Ia menjelaskan, tingkat pembelian suplemen semacam itu digandrungi oleh wanita yang berusia kurang lebih 45 tahun ke atas.
"Sebelumnya obat tersebut ramai dipesan oleh ibu-ibu yang berusia kurang lebih 45 tahun ke atas. Namun produknya sudah kami singkirkan setelah mendapatkan kabar akan adanya DNA babi yang beredar," kata Dewi, Kamis 1 Februari 2017.
Namun, Dewi enggan berspekulasi lebih jauh akan penelusuran sumber kontaminasi dari beberapa dugaan yang ada. Bisa saja dalam proses kontaminasi tersebut dimulai dari bahan baku dan tempat penyimpanannya. "Ada banyak kemungkinan sehingga obat semacam itu dapat terkontaminasi. Misalnya saja dengan tempat penyimpanan dan produksi,"jelasnya.