Image

Kasus Penggandaan Uang Mirip Kanjeng Dimas Terjadi di Bekasi

Djamhari, Jurnalis · Minggu 04 Februari 2018 04:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 04 338 1854421 kasus-penggandaan-uang-mirip-kanjeng-dimas-terjadi-di-bekasi-Lq6G7LL5us.jpg Penggandaan uang (Foto: Okezone)

BEKASI - Kasus penipuan penggandaan uang yang sempat viral di Indonesia beberapa waktu lalu, dengan tersangka Kanjeng Dimas Taat Pribadi terjadi lagi, di daerah Kota Bekasi.

Apapun kejahatan dukun palsu pengganda uang itu pun kini berhasil dibongkar Kepolisian Polsek Bekasi Timur dengan mengamankan dua orang tersangka yakni, Suhendi (29) dan Kardiono (21) yang langsung dijebloskan ke sel tahanan.

Kapolsek Bekasi Timur Kompol Parjana mengatakan, saat kasus ini dibongkar petugas setelah mendapatkan laporan dari dua orang korban yang mengalami kerugian hingga Rp 85 juta.

Menurut Parjana, dua korban itu masing-masing, IM (40) dengan kerugian Rp 25 juta, dan BK yang mengalami kerugian senilai, Rp60 juta.

"Modus para tersangka ini mengaku bisa mendatangkan uang dalam jumlah yang banyak. Bahkan, sampai berani menjanjikan uang kepada korbannya, hingga triliunan rupiah," kata Parjana, Sabtu (3/1/2018).

Parjana mengatakan, kasus itu terbongkar setelah korban BK, curiga dengan janji tersangka bahwa kamar rumahnya di Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu bakal dipenuhi uang setelah tiga bulan tak boleh dibuka.

"Ketika dibuka, memang tidak ada uang sama sekali. Pelaku pun akhirnya ditangkap," kata Parjana.

Hasil pemeriksaan sementara, kata dia, ada sekitar enam orang yang menjadi korban tipu muslihat tersangka dengan modus bisa mendatangkan uang dalam jumlah banyak. Kepolisian mengimbau agar korban melapor ke polisi.

Adapun kedua tersangka dijerat dengan pasal 378 KUHP, ancamannya hukuman penjara di atas lima tahun. Barang bukti disita berupa dua wayang golek, dua samurai, tongkat, jubah, sorban putih, kotak kecil panjang, bakul, blangkon, tasbih, lilin bekas, dupa, kain mori, dan buku tulis

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini