Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jelang Imlek 2018, Umat Khonghucu Babel Gelar Ritual Syukuran

Arsan Mailanto , Jurnalis-Minggu, 04 Februari 2018 |03:00 WIB
Jelang Imlek 2018, Umat Khonghucu Babel Gelar Ritual Syukuran
Warga Khonghucu (Foto: Okezone)
A
A
A

PANGKALPINANG - Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek pada 16 Februari 2018, umat agama Khonghucu Pangkalpinang, Bangka Belitung menyelenggarakan ritual keagamaan. Suatu tradisi kebudayaan yang melambangkan syukuran bertempat di Kelenteng Tao Zu Miou dijalan Soekarno Hatta, Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung.

Suhu Tjhin Nam Sian (Thai Pak Sian) mengatakan, ritual ini bertepatan dengan Imlek 16-12-2568, yang mana umat agama Khonghucu melakukan ritual ibadah di Kelenteng Tao Zu Miou yang telah berdiri sejak -+ 30 tahun dikelola oleh suhu Tjhin Nam Sian beserta semua umat.

Tjhin menjelaskan ritual upacara rutin selalu digelar setiap tahun menjelang Imlek, dalam acara ritual suhu didampingi para assisten-nya seperti bapak Sudarmin (Atet) dan bapak Tjien Le Ming. Ketika suhu telah kerasukan dewa Kwan Shen Ti Chin (Kwan Kong) (Guan Yo), dewa melakukan atraksi pedang Kwan Tao yang diikuti dengan irama tabu gendang dari perkumpulan Barongsai Kong Chiang.

"Setelah atraksi pedang selesai, dewa mohon pamit dan dilanjutkan lagi kedatangan dewa yang selalu memberikan berkatnya dan pesan kepada semua umat. Sekaligus menyakinkan Tuhan itu ada untuk menolong manusia," ujarnya ditemui Okezone di Kelenteng Tao Zu Miou Pangkalpinang, Bangka Belitung, Sabtu (3/2/2018) malam.

Sejatinya maksud menolong, kata Thjin adalah terutama kesehatan, rezeki, dan kesejahteraan. Jadi malam ini semuanya, pemeluk agama Khonghucu dengan hati bersih dan senang telah menerimakan syukuran sebagai rasa syukur kepada Tuhan atas apa yang telah dikasih.

"Ritual yang kita lakukan ini kebetulan dewa merasakan suatu kegembiraan sebagai penganut agama di sini mendapatkan suatu kesehatan, dengan rezekinya. Dewa juga berterimakasih adanya penganut agama menggelar syukuran dengan manusia-manusia di bumi ini akan ritual sebagai rasa senang, dan bersyukur," tuturnya.

Senada dengan suhu Tjhin, tokoh masyarakat umat Khonghucu, Sudirman (Atet) menuturkan tadi ritual keagamaan juga kebetulan dewa turun pesannya bahwa ritual tradisi pada musim semi, manusia menerima hasil panen tanaman dan Imlek pada tanggal dua bulan dua ini untuk memohon kepada Tuhan yang maha esa.

"Dewa juga berpesan agar kita semua sesama manusia saling rukun, negara jaya, dan sehat sentosa semua. Tepat pada imlek pada tanggal 16 bulan 12 (16-12-2568) inilah kita menggelar syukuran. Apa yang telah kita mohon, minta Tuhan menggabulkannya, dan sebagai rasa syukur kita penganut agama Kong Hu Cu harus berucap terimakasih," imbuhnya.

Sementara dalam antauan Okezone, dalam ritual keagamaan tampak dimeriahkan oleh aksi Barongsai Kong Chiang Dragon and Dance dari Kota Pangkalpiang, Bangka Belitung (Babel).

"Aksi barongsai tadi dari masyarakat bernama Barongsai Kong Chiang Dragon and Dance, masing-masing barongsai ini berduyun-duyun datang sebagai partisipasi dari hati ke hati untuk menggelar syukuran. Karena memang dalam menyambut perayaan imlek, terkadang manusia itu ada rezeki dan juga ada sialnya, dengan makna yang sialnya kita buang, dan rezeki akan segera hadir. Jauh dari marabahaya, dan diberi keselamatan," papar Atet sapaan akrabnya.

Di sisi lain Pengurus Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) Kota Pangkalpinang, Hendry Yansen menambahkan, bahwa tujuan ritual syukuran keagamaan yang tak terlepas sebagai rasa syukur umat terhadap Tuhan. Karena pada dasarnya manusia harus berusaha, terpenting selamat, negara jaya, dan manusianya rukun.

"Semua masyarakat berbaur di sini, artinya terbuka untuk semua. Teman-teman kita ikut berpartisipasi juga dan kita berharap ke depan supaya kegiatan syukuran tradisi budaya ini kita semarakkan terus khususnya di Kota Pangkalpinang agar lebih dikenal lagi baik skala nasional maupun internasional. Kebudayaan ini akan kita pelihara sehingga menjadi daya tarik wisatawan harus dijaga dan dipelihara," harapnya.

(Mufrod)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement