Image

Ketinggian Air Kali Naik, Permukiman di Bekasi Timur Kebanjiran

Wijayakusuma, Jurnalis · Rabu 07 Februari 2018 02:25 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 07 338 1855813 ketinggian-air-kali-naik-permukiman-di-bekasi-timur-kebanjiran-cebkwooKRg.jpg Perumahan di Bekasi Timur juga mengalami banjir. (Foto: Wijayakusuma/Okezone)

BEKASI – Ketinggian air Kali Bekasi mengalami kenaikan hingga 5,50 sentimeter (cm). Ini imbas dari buangan air Kali Cikeas dan Kali Cileungsi. Beberapa permukiman warga di Gang Mawar, RT 03 RW 08, Margahayu, Bekasi Timur, Kota Bekasi, digenangi air limpasan Kali Bekasi setinggi 20 cm.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi Aditya mengatakan, air mulai menggenangi permukiman warga sejak pukul 22.30 WIB. Air diketahui hanya menggenangi jalan akses rumah warga setinggi 20 cm.

"Genangan ini terjadi diperkirakan akibat Kali Cikeas dan Kali Cileungsi mengalami kenaikan banjir. Di sini buangan air dari kedua kali itu ke Kali Bekasi," ungkapnya, Selasa 6 Februari 2018.

Ia menambahkan, petugas BPBD Kota Bekasi sudah ditempatkan di titik-titik rawan banjir, khususnya di kawasan bantaran Kali Bekasi. Hal tersebut guna mengantisipasi adanya banjir kiriman.

"Petugas sudah disiagakan di beberapa tempat, seperti Pondok Gede Permai, Margahayu, Rawalumbu, dan beberapa titik lain," paparnya.

Sebagaimana diketahui, ada 49 titik banjir di Kota Bekasi. Sepanjang banjir di sana paling parah ada di Perumahan Pondok Gede Permai (PGP), Jatiasih, Kelurahan Jatirasa.

(Baca: Banjir Rendam Perumahan Pondok Ungu Bekasi)

Status Kali Bekasi Siaga III

Sementara itu, berdasarkan data yang diberikan petugas gabungan di Pos Pantau Kompi 887 Perumahan Pondok Gede Permai, Kota Bekasi, debit air di Kali Bekasi akibat limpahan Kali Cikeas mencapai ketinggian 5,50 cm.

"Sejak pukul 13.20 WIB, hujan mulai turun di wilayah Cileungsi dan Cikeas. Kenaikan debit air di Kali Bekasi terjadi mulai pukul 18.05 WIB. Sekarang sudah berada di ketinggian 5,50 cm," kata koordinator lapangan Kompi 887 Imam Satrio di pos pantau.

Menurutnya, dengan ketinggian debit air saat ini membuat status kali dinaikkan menjadi Siaga III. Petugas pantau selalu melakukan siaga guna mengantisipasi air kiriman dari Bogor yang terus mengalir ke Kali Bekasi.

"Teman-teman di sini sudah stand by. Semoga malam ini tidak terjadi kenaikan lagi," ujarnya.

Petugas pantau juga telah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait, di antaranya Pemerintah Kota Bekasi, Basarnas, BPBD, Puskesmas, TNI dan Polda, serta Pintu Air Bekasi. Termasuk mengenai pengadaan perahu karet.

"Seluruh pihak terkait akan waspada dan rutin memberikan informasi terkait status Kali Bekasi, kepada warga setempat," jelasnya.

Imam menambahkan, pihaknya akan terus melakukan siaga hingga Maret mendatang. Kegiatan tersebut diakui telah rutin dilakukan setiap tahun.

"Sampai akhir Maret, kita memang siaga. Setiap tahun selalu rutin, dari mulai September sampai Maret, karena itu musim hujan," pungkasnya.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini