nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Siksa TKW Asal Medan, Kakak-Beradik di Malaysia Ditangkap Polisi

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Minggu 11 Februari 2018 17:33 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 11 18 1857976 siksa-tkw-asal-medan-kakak-beradik-di-malaysia-ditangkap-polisi-YHn978ke0n.jpg TKW asal Medan berusia 21 tahun itu kini dirawat di Rumah Sakit Bukit Mertajam (Foto: The Star)

BUKIT MERTAJAM – Kepolisian Distrik Seberang Prai Tengah, Malaysia, menangkap sepasang kakak-beradik yang diduga telah menyiksa seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Indonesia. Keduanya ditahan setelah polisi menerbitkan surat perintah penangkapan pada Jumat 10 Februari.

Kepala Kepolisian Distrik Seberang Prai Tengah, Nik Ros Azhan Nik Abdul Hamid menuturkan, perempuan berusia 36 tahun dan pria berusia 39 tahun itu ditahan tidak lama setelah keduanya memberikan kesaksian sekira pukul 20.00 waktu setempat.

“Korban berusia 21 tahun asal Medan. Ia menderita luka memar di kepala dan wajah, luka terbuka di tangan, serta kedua kakinya,” tutur Nik Ros Azhan Nik Abdul Hamid, mengutip dari The Malaysian Insight, Minggu (11/2/2018).

“Korban dibawa ke Rumah Sakit Bukit Mertajam untuk mendapat perawatan, sementara dua kakak-beradik itu ditahan guna kepentingan penyelidikan. Polisi mengembangkan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui siapa yang sudah menyiksa korban dan sejak kapan,” sambung Nik Ros.

Kasus tersebut terungkap setelah seorang ajudan anggota parlemen Bukit Mertajam melihat korban tidur di beranda. Berdasarkan keterangan tetangga, korban yang diketahui bernama Adelina itu sudah tidur di beranda selama lebih dari satu bulan.

“Kami pikir itu hanya sebuah kesepakatan sementara, tetapi kami sudah melihatnya tidur di sana lebih dari satu bulan,” ungkap seorang tetangga yang namanya dirahasiakan, mengutip dari New Straits Times.

“Ada beberapa kali kami melihat dia hanya memakai bra dan celana dalam di beranda. Dia juga tidak mendapat makanan yang cukup sehingga kehilangan berat badan,” ujar tetangga lainnya.

Kasus tersebut saat ini diusut Kepolisian Distrik Seberang Prai Tengah sesuai Pasal 324 KUHP Malaysia tentang penggunaan benda tajam untuk kekerasan.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini