Image

Mangkir, KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Direktur Produksi PT Citilink

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Selasa 13 Februari 2018 23:16 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 13 337 1859194 mangkir-kpk-jadwal-ulang-pemeriksaan-direktur-produksi-pt-citilink-9U9lNmNGwA.jpg Gedung KPK. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Direktur Produksi PT Citilink Indonesia, Hadinoto Soedigno tidak memenuhi panggilan alias mangkir dari penjadwalan pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini. Oleh karenanya, penyidik menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap Hadinoto pada Kamis, 15 Februari 2018.

"Saksi tidak hadir Hadinoto Soedigno. Pemeriksaannya dijadwalkan ulang Kamis, 15 Februari 2018," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (13/2/2018).

Sebelumnya, Hadinoto sendiri dijadwalkan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka mantan Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar. ‚ÄéHadinoto merupakan salah satu saksi yang telah dicegah untuk berpergian ke luar negeri.

Penyidik KPK memang sedang mengumpulkan sejumlah alat bukti serta keterangan dari para saksi untuk mengusut dugaan aliran dana suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat Airbus A330-300 milik PT Garuda Indonesia ke sejumlah pihak.

(Baca juga: Usut Suap Pengadaan Pesawat, KPK Kembali Periksa Direktur Produksi PT Citilink)

"Pemeriksaan saksi-saksi dan tersangka lain akan terus dilakukan," pungkasnya.

Sejauh ini, KPK baru menetapkan dua orang tersangka dalam kasus dugaan suap pembelian pesawat dan mesin pesawat Airbus A330-300 milik PT Garuda Indonesia dari perusahaan mesin raksasa di dunia Rolls Royce.

Dua tersangka tersebut yakni, mantan Dirut PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar dan Beneficial Owner Connaught International, Soetikno Soedarjo sekaligus Bos PT MRA. Namun keduanya belum dilakukan penahanan oleh KPK.

Dalam kasus ini, Emirsyah diduga telah menerima suap dari perusahaan mesin Rolls Royce terkait dengan pengadaan mesin A330-300. Suap tersebut diberikan Rolls Royce kepada Emirsyah dalam bentuk uang dan barang melalui perantara Soetikno Soedarjo.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini