nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Korban Arisan Online "Mama Yona" Terus Berdatangan dari Luar Bekasi

Wijayakusuma, Jurnalis · Selasa 13 Februari 2018 11:41 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 13 338 1858784 korban-arisan-online-mama-yona-terus-berdatangan-dari-luar-bekasi-Q16Bd0cqEf.jpg Para korban arisan online "Mama Yona" melapor ke polisi. (Foto: Wijayakusuma/Okezone)

BEKASI – Hingga saat ini korban penipuan grup media sosial Facebook arisan online 'Mama Yona' masih terus berdatangan ke Mapolres Metro Bekasi di Jalan Ki Hajar Dewandara 1 Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Para korban yang rata-rata berasal dari luar daerah itu beramai-ramai melaporkan sang ketua arisan, Desy Chrisna Yulyani Sitanggang, yang diduga melakukan penipuan dan penggelapan dana ratusan anggota arisan dengan total nilai mencapai Rp15 miliar.

Mengiming-imingi bisa meraup keuntungan sebesar 50 persen, pelaku memperdayai ratusan korbannya untuk bergabung di Grup Facebook Arisan Mama Yona dan langsung menyetorkan dana ke rekening pelaku. Nominal yang disetor para korban pun beragam, mulai belasan hingga ratusan juta rupiah.

"Ada 600 korban yang berasal hampir dari seluruh kota: Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, dan Bojonegoro. Ada juga dari Cengkareng, Cililitan, Jakarta Timur, dan masih banyak lagi. Mereka akan mendatangi Mapolres Metro Bekasi pagi ini," kata kuasa hukum para korban, Manotar Tampubolon, yang juga Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Patriot, di Mapolres Metro Bekasi, Selasa (13/2/2018).

(Baca: Rugikan Anggota Arisan Rp15 Miliar, Pemilik Group "Mama Yona" Dipolisikan)

Seorang korban dari wilayah Cengkareng, Kenny (30), mengungkapkan sejauh ini telah menyetorkan uang sebesar Rp6 juta ke rekening pelaku. Modusnya, setiap uang Rp1 juta yang disetorkan bakal dikembalikan sebesar Rp1,5 juta.

"Saya tahu arisan online ini dari teman. Jadi, kita pemilik uang sama seperti investor yang memberikan uang kepada pelaku. Nah, pelaku ini iming-imingkan per 10 hari akan bertambah 50 persen. Tapi, setiap ditagih alasannya selalu limit ATM-nya enggak mencukupi," paparnya.

Sementara Kepala Unit Harta dan Benda (Harda) Polres Metro Bekasi AKP Tri Subagja mengatakan, dikarenakan banyaknya korban dari luar daerah yang datang melapor, pihaknya pun berencana melimpahkan kasus ke Mabes Polri.

"Untuk sementara korban yang melapor berasal dari luar daerah, belum ada yang dari Bekasi. Hanya TKP (tempat kejadian perkara) di Cikarang Utara," ujarnya.

Sampai sekarang pihaknya masih terus mendalami kasus tersebut. Sementara pelaku sudah dimintai keterangan oleh petugas Unit Harda Polres Metro Bekasi.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini