nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jika Merayakan Valentine Day, Masyarakat Aceh Besar Akan Terkena Sanksi

Khalis Surry, Jurnalis · Selasa 13 Februari 2018 22:45 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 13 340 1859204 jika-merayakan-valentine-day-masyarakat-aceh-besar-akan-terkena-sanksi-BjqwdyXFg8.jpg Ilustrasi Valentine (foto: Okezone)

BANDA ACEH - Bupati Aceh Besar Mawardi Ali kembali mengeluarkan himbauan dalam penegakan syariat islam di daerahnya. Setelah menginstruksikan seluruh pramugari maskapai untuk mengenakan hijab ketika rute Aceh, kini dirinya melarang masyarakatnya untuk merayakan valentine day yang diperingati setiap 14 Februari.

"Surat (larangannya) sudah kita tandatangani, bahwa Aceh Besar dalam pelaksanaan syariat Islam dan juga untuk menghormati pelaksanaan syariat islam. Budaya kita tidak ada yang namanya valentine day," tegas Mawardi Ali saat dijumpai Okezone, Selasa (13/2/2018).

(Baca Juga: Bupati Ini Larang Warganya Merayakan Valentine Day)

Sebab itu, dirinya mengatakan surat himbauan tersebut sudah diedarkan ke seluruh camat, kepala sekolah, kepala desa, dan semua komunitas masyarakat di Aceh Besar untuk mensosialisasikan bahwa tidak ada valentine day di negeri syariat.

"Kita harus hormati masyarakat Aceh khususnya Aceh Besar dalam melaksanakan syariat islam, dan juga memiliki adat dan budaya di sini, kalau mau pacaran setelah nikah, silahkan, kalau mau kasih sayang setelah menikah," ucapnya.

Selain itu, katanya, tempat wisata di Aceh Besar tidak ditutup pada momentum valentine day tersebut. Namun, dirinya memerintakan Satpol PP dan WH Aceh Besar untuk melakukan pengawasan dan mengawal setiap destinasi wisata di Aceh Besar.

"Tempat wisata hari valentine kita tidak tutup, tapi kita kawal. Satpol PP dan WH akan kawal, itu bahwa tidak ada perayaan valentine day di Aceh Besar," ujarnya.

Untuk sanksi, kata Mawardi, jika ada yang melanggar himbauan tersebut akan dikenakan hukuman sesuai dengan qanun syariat islam. Jika kedapan ikhtilat (bermesraan), khalwat (berdua-duaan), berzina dan pelanggar lainnya, maka akan kenakan hukuman sesuai qanun jinayat.

"Ada lah (sanksi), sanksinya seperti biasa kalau ada pelanggaran syariat seperti biasa, seperti yang tertera dalam qanun," pungkasnya.

(Baca Juga: Alasan MUI Setuju Larang Perayaan Valentine Day di Indonesia)

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini