Image

Terima Permohonan Sengketa Pilkada Pasangan JR-Ance, Ini Kata Ketua Bawaslu Sumut

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Rabu 14 Februari 2018 22:17 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 14 340 1859739 terima-permohonan-sengketa-pilkada-pasangan-jr-ance-ini-kata-ketua-bawaslu-sumut-7SgZa7DI4J.jpg Ekspresi JR Saragih-Ance Ketika Diumumkan Tak Lolos Pilkada Sumut oleh KPU (foto: Wahyudi/Okezone)

MEDAN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumatera Utara, telah menerima surat permohonan sengketa pilkada yang diajukan pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Sumut 2018, Jopinus Ramli (JR) Saragih-Ance Selian. Surat permohonan itu diterima Bawaslu Sumut dari kuasa hukum pasangan JR-Ance di kantor Bawaslu Sumut, Jalan Adam Malik, Medan, Rabu (14/2/2018).

Ketua Bawaslu Sumut, Syafrida Rachmawati Rasahan mengatakan, dalam surat permohonan itu, objek yang digugat pasangan JR-Ance adalah keputusan KPU Sumut yang diumumkan pada 12 Februari 2018 lalu. Dimana keputusan itu tidak menetapkan mereka calon gubernur dan wakil gubernur Sumut pada pilkada serentak 2018.

(Baca Juga: Resmi Gugat KPU Sumut ke Bawaslu, Pasangan JR-Ance Siapkan 10 Alat Bukti)

Atas permohohan sengketa itu, kata Syafrida, mereka akan melakukan pemeriksaan berkas permohonan hingga tiga hari ke depan, sebelum akhirnya memutuskan apakah akan menyidangkan sengketa itu atau tidak.

“Kita teliti dulu, apakah permohonannya sudah lengkap atau belum. Kita akan pelajari detail, baik dari segi laporannya, ketepatan isi laporan, bukti yang dilampirkan, maupun saksi yang diajukan. Ada waktu tiga hari untuk itu. Kalau ada kekurangan, kita akan segera sampaikan untuk dilengkapi. Setelah lengkap, kita register dan kita selesaikan perkaranya dalam 12 hari kalender,” tegas Syafrida.

Syafrida menegaskan, pihaknya akan professional menangani permohonan gugatan itu. Mereka akan menelaah keputusan KPU Sumut terkait penetapan pasangan calon yang digugat pasangan JR-Ance, dengan menggali latarbelakang keluarnya keputusan itu.

“Apa yang menjadi dasar KPU memutuskan itu. Apa bukti-bukti yang mereka bisa ajukan akan kita telaah semua. Sedangkan dari pemohon, karena dia merasa dirugikan, kita juga akan lihat dalilnya untuk membela diri apa. Lalu kita akan melihat apa dasar dia menyalahkan KPU. Jadi dari prosedur dan substansinya kita perhatikan,” tegasnya.

(Baca Juga: Gugat KPU Sumut ke Bawaslu, JR-Ance Tunjuk Hinca Panjaitan Jadi Kuasa Hukum)

Bawaslu sendiri kata Syafrida, sebenarnya punya catatan tersendiri atas gugatan yang permohonan yang diajukan JR-Ance. Catatan itu diperoleh dari pengawasan yang dilakukan Bawaslu terhadap seluruh tahapan Pilgub Sumut 2018, mulai dari pendaftaran, hingga proses penelitian berkas yang dilakukan KPU.

“Semua tahapan kita awasi. Mulai dari pendaftaran, pemeriksaan kesehatan, verifikasi itu semua kita awasi. Tapi substansi keputusan itu ada di KPU. Kita tahu fotocopy legalisir ijazah pak JR itu diverifikasi KPU, tapi apakah hasil verifikasi itu yang menjadi dasar KPU untuk memutuskan untuk tidak meloloskan pasangan JR-Ance sebagai pasangan calon, itu kita tidak tahu dan tidak kita campuri,” pungkasnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini