Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kawasan Chinatown di Siak Terbakar saat Imlek, 40 Bangunan Ludes

Banda Haruddin Tanjung , Jurnalis-Sabtu, 17 Februari 2018 |11:56 WIB
Kawasan Chinatown di Siak Terbakar saat Imlek, 40 Bangunan Ludes
Kebakaran di Chinatown Siak. (Foto: Polres Siak/Okezone)
A
A
A

PEKANBARU - Kebakaran hebat melanda kawasan Chinatown di Kabupaten Siak, Riau. Sedikitnya 40 toko dan kios di komplek perkampungan China ini ludes terbakar.

Kebakaran yang terjadi saat perayaan Tahun Baru China (Imlek) terjadi dari pukul 3.30 WIB. Api di kawasan etnis Tionghoa baru bisa dipadamkan sekira pukul 7.00 WIB.

"Penyebab kebakaran masih kita selidiki. Untuk sementara, data yang kita terima ada 40 toko dan kios yang terbakar," ucap Kapolres Siak, AKBP Barlyansyah, Sabtu (17/2/2018).

Berdasarkan informasi di lapangan, kebakaran berawal di komplek Chinatown yang terletak di Jalan Sultan Ismail, Kelurahan Kampung Dalam, Kecamatan Siak, Kabupaten Siak. Kebakaran diduga berasal dari salah satu ruko milik Kim Cai. Kebakaran di toko yang menjual alat pertanian ini kemudian merambat ke bangunan lainnya.

(Baca juga: Gedung SMP PGRI Surya Kencana Cileungsi Ludes Terbakar)

Delapan unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api. Petugas dan warga pun mengevakuasi penghuni yang baru merayakan Imlek. Tidak banyak barang barang yang berhasil diselamatkan.

Kapolres mengatakan, sejauh ini belum diketahui berapa total kerugian. Namun dia memastikan tidak ada korban jiwa dalam kebakaran di komplek Chinatown ini.

"Berapa kerugian masih dihitung. Tim kita masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi dalam insiden ini," tukas mantan Kapolres Kepulauan Meranti.

(Qur'anul Hidayat)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement