Sementara, CO-Founder English Village Kampung Konservasi Rimbun, Faisal Al Fansury menjelaskan asal mula didirikannya English Village di Kampung Konservasi Rimbun. Keinginan kuat itu tertuang dalam gagasan bagaimana menciptakan pendidikan nonformal yang dapat membantu anak-anak yang tak mampu.
"Sebagaimana kata ‘Rimbun’ sendiri diambil dari kepanjangan, Rakyat Indonesia Membangun. Artinya kita ingin berbuat sesuatu dulu agar anak-anak di sini mau belajar, bisa nyaman belajar bahasa Inggris sambil praktik bermain," ungkap Faisal.
Ditambahkan Faisal, bermain dengan menggunakan dialog berbahasa Inggris sangat efektif bagi para murid, terutama yang masih dijenjang Sekolah Dasar. Karena di umur mereka, daya serap dan daya ingat dalam belajar bahasa lebih mudah diterima.
"Jadwal kegiatannya tiap hari Minggu, dimulai pukul 15.00 hingga 18.00 WIB. Sementara ini baru 51 anak didik yang kita tampung menjadi member, mungkin berikutnya akan makin bertambah seiring dengan kesiapan kuta disini," tukasnya.
(Rachmat Fahzry)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.