SEOUL – Korea Selatan (Korsel) memperingati 99 tahun gerakan perlawanan pertama terhadap penjajahan Jepang dengan menggelar parade di Ibu Kota Seoul. Presiden Moon Jae-in sempat menyinggung isu wanita penghibur dalam pidato pembukaan.
“Untuk menyelesaikan isu wanita penghibur, pemerintah Jepang, si pelaku, tidak seharusnya mengatakan bahwa urusan sudah selesai,” ujar Moon Jae-in, sebagaimana dilansir Reuters, Kamis (1/3/2018).
“Isu terhadap kejahatan kemanusiaan yang dilakukan pada saat perang tidak bisa ditutup hanya dengan kata-kata. Penyelesaian sejati dari sejarah tersebut adalah dengan mengingatnya dan mengambil pelajaran,” imbuh pria berusia 65 tahun itu.
BACA JUGA: Isu Wanita Penghibur Kembali Bikin Korsel-Jepang Tegang
Pidato tersebut diucapkan Presiden Moon Jae-in di depan sebuah penjara yang pernah digunakan oleh penjajah Jepang untuk menghukum para pejuang kemerdekaan Korea. Pria kelahiran Geoje itu mengatakan, Seoul tidak seharusnya mengemis perlakukan khusus dari Tokyo.
“Saya berharap Jepang dapat benar-benar berdamai dengan tetangganya yang menyebabkan penderitaan dan akan menempuh jalan hidup berdampingan secara damai demi mencapai kemakmuran bersama,” ucap Moon Jae-in.
BACA JUGA: VIDEO: Bukti Perbudakan Seks Jepang terhadap Perempuan Korea