Cegah Pro Kontra, RUU Minol Harus Dilihat dari Seluruh Aspek

Fadel Prayoga, Jurnalis · Selasa 13 Maret 2018 23:58 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 13 337 1872345 cegah-pro-kontra-ruu-minol-harus-dilihat-dari-seluruh-aspek-zpVuXiLmAR.jpg Ilustrasi Gedung DPR tempat pembahasan RUU Minol (Foto: Okezone)

JAKARTA - Rancangan Undang-Undang (RUU) yang berkaitan dengan pengaturan komoditas minuman beralkohol (Minol) hingga kini masih menjadi pembahasan panjang di DPR RI. Bahkan, Pansus RUU Larangan Minol DPR RI akan melakukan studi banding mengenai regulasi peredaran minuman beralkohol ke Mesir.

Ketua Lakpesdam PWNU DKI Jakarta, Muhammad Shodri, mengatakan RUU Minol harus melihat dari seluruh aspek agar RUU Minol yang akan disahkan oleh DPR RI tidak menuai kontra di kemudian hari.

"Pembahasan Rancangan Undang-Undang Minuman Beralkohol di DPR RI nampaknya masih sangat alot dan panjang. Pansus Minol masih terus memperdebatkan dua opsi pilihan, yaitu pelarangan secara total atau pengendalian secara ketat," kata Muhammad Shodri dalam diskusi "Membedah Minuman Alkohol Dalam Perspektif Agama, Tradisi dan Sejarah di Indonesia" di Jakarta, Selasa (13/3/2018).

Dalam kesempatan yang sama, Sejarawan Indonesia Kasijanto Sastrodinomo mengatakan, minuman alkohol di Indonesia masih menjadi satu hal yang tabu dikarenakan penduduk Indonesia mayoritas muslim dan membuat sebagian masyarakatnya memandang buruk minuman beralkohol.

Faktanya, menurut Kasijanto, Indonesia memiliki sejarah yang kuat terkait minuman beralkohol. Bahkan sejak abad 11 masehi, jauh sebelum Belanda datang, masyarakat Indonesia sudah menjadikan minuman alkohol sebagai salah satu jenis minuman favorit.

"Awalnya minuman alkohol di Indonesia dibuat untuk jamuan-jamuan keagamaan lokal pada saat itu," ungkapnya.

Uniknya, lanjut Kasijanto, dari Sabang hingga Marauke pasti memiliki jenis minuman beralkohol khas daerahnya masing-masing. Sekalipun di daerah seperti Aceh.

“Pejabat kolonial menjelaskan, orang Aceh memasak minuman yang mengandung alkohol seperti tape,”

Larisnya alkohol dalam setiap tradisi di Indonesia, jelas Kasijanto, karena Indonesia yang menyediakan bahan-bahan dasar pembuatan alkohol.

"Indonesia yang memiliki iklim tropis membuat bahan baku alkohol seperti Nila, Kelapa dan buah-buahan berkarbohidrat lainnya tumbuh subur," jelasnya.

Pada saat itu, kata Kasijanto, minuman alkohol memiliki berbagai macam fungsi di masyarakat Indonesia. Mulai dari fungsi menyambut tamu kerajaan, sebagai obat hingga ritual adat dan keagamaan.

“Menariknya, walau mereka kondisi mabuk, tetap terkontrol. Dan berdasarkan laporan kolonial, orang Belanda sendiri pun heran dengan kepiawaian masyarakat Indonesia saat itu dalam menenggak alkohol,” katanya.

Hingga saat ini, perdebatan RUU Minol masih alot dibahas oleh DPR RI, Adapun fraksi yang menyetujui pelarangan ialah PAN, PKS dan PPP. Sedangkan fraksi yang mendukung pengendalian adalah Gerindra, PDIP, Hanura dan Nasdem. Sedangkan Golkar dan PKB menginginkan tidak adanya embel-embel pelarangan dan pengendalian.

 

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini