(Baca juga: Di Sidang E-KTP, Setnov Sebut Puan Maharani dan Pramono Anung Terima USD500 Ribu)
Hal itu diungkapkan Econ - sapaan akrab- Emerson, setelah adanya perseteruan antara Partai Demokrat dan PDIP yang saling membela diri di kasus korupsi e-KTP usai adanya pengakuan Setnov yang menyeret politikus partai tersebut.
"Dalam konteks korupsi enggak pernah kenal partai oposisi pendukung pemerintah, semua korupsi dapat rata, kalau enggak rata pasti ada letupan kecil," kata Econ.
(Fiddy Anggriawan )