Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Produksi Garam Tradisional, Azhar Mampu Sekolahkan Anak hingga Sarjana

Khalis Surry , Jurnalis-Senin, 26 Maret 2018 |02:01 WIB
Produksi Garam Tradisional, Azhar Mampu Sekolahkan Anak hingga Sarjana
Azhar petani garam tradisional di Aceh. (Foto: Khalis Surry/Okezone)
A
A
A

Menurut Azhar, menjadi petani garam salah satu pekerjaan yang cepat mendapatkan upah. Sehari bisa memasak dua kali garam, dan hasil produksi itu langsung dapati dijual ke pasar-pasar yang ada di wilayahnya, Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar.

Sejak menjadi petani garam dengan cara merebus, Azhar bisa menyekolahkan anak-anaknya dari hasil menjual garam tradisonal. Zulkiram, anak tertua Azhar, telah berhasil menyandang gelar sarjana ilmu komunikasi di Universitas Iskandar Muda Banda Aceh dari hasil garam. Sedangkan anaknya yang lain, Intan dan Nadiatul, tengah menempuh pendidikan di sekolah menengah atas dan taman kanak-kanak.

"Padahal, bekerja menjadi petani garam uangnya lebih cepat. Hari ini kita masak hari ini juga kita punya (hasil, uang) dibandingkan dengan pekerjaan lain. Anak saya yang tua baru selesai kuliah. Saya biaya kuliah mereka dari uang hasil jual garam," ucap Azhar dengan wajah tersenyum di bawah pohon cemara saat kami berbincang.

Kendati demikian, Azhar merasa khawatir dengan kebijakan pemerintah dalam melakukan impor garam industri mencapai 3,7 ton. Tentu kebijakan itu akan mengancam kestabilan ekonomi keluarganya yang bertumpu kepada garam, yang disebabkan produksi dan pemasaran garam tradisional terganggu.

"Kalau pemerintah menambah impor garam, sayang kami petani lokal. Otomatis harga jual garam kami menurun. Dengan masuknya garam luar jelas harga garam lokal menjadi murah, dan petani tidak ada yang mau kerja lagi lantaran hasil yang mereka terima tidak sesuai dengan jerih payahnya," pungkasnya.

(Hantoro)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement