"Seharusnya bahan baku bulu itu bisa swasembada dari nasional. Terlebih dengan hobi masyarakat Indonesia yang hobi kuliner. Rekomendasi mereka kalau bisa dilakukan budidaya dengan format bebek peking dalam jumlah besar," ungkapnya.
Menurut Khofifah, masyarakat di sini yang hobi kulineran pasti bisa mandiri dengan menghasilkan bulu untuk industri kok. Selain bahan baku, ia juga menyoroti masalah siklus penjualan kok.
Selama tujuh bulan di musin hujan selalu produksi dengan sistem stok untuk demand di bulan Mei, Agustus, dan akhir tahun. Siklus penjualan kok terbilang unik dan kurang dinamis.
(Calon gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Paranwansa saat mengunjungi industri rumahan kok di Desa Sumengko, Kabupaten Nganjuk, Jatim, Senin, 26 Maret 2018. Foto: Syaiful Islam/Okezone)