Malala juga berharap dapat berkunjung ke kampung halamannya di Swat, serta Kota Shangla, di mana sejumlah sekolah didirikan dengan pendanaan Yayasan Malala. Namun, seorang sumber dari keluarga dekat Yousafzai mengatakan, rencana kunjungan dibatalkan karena alasan administratif.
Peraih Hadiah Nobel Perdamaian 2014 itu hanya akan bertemu secara pribadi dengan keluarganya, yang sedang mengunjungi Islamabad. Kunjungan Malala selama empat hari tersebut akan dijaga ketat oleh aparat keamanan dengan alasan keamanan serta mencegah terjadinya serangan oleh Taliban.
Malala ditembak oleh anggota kelompok militan Taliban yang berupaya membunuhnya pada 9 Oktober 2012. Ia saat itu tengah menumpang bus untuk pulang ke rumah sepulang dari sekolah.
Militan Taliban melepaskan tembakan ke tiga tempat dan satu butir peluru masuk serta menembus kepala hingga bersarang di bahunya. Malala menderita luka serius yang dapat mengancam nyawanya. Ia kemudian diterbangkan ke rumah sakit militer Pakistan di Peshawar untuk mendapat perawatan.
Empat hari kemudian, Malala diterbangkan ke unit perawatan intensif (ICU) di sebuah rumah sakit di Birmingham, Inggris. Sejak itu, Malala tinggal di Negeri Ratu Elizabeth hingga mendapat hadiah Nobel Perdamaian pada 2014.
(Wikanto Arungbudoyo)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.