Stasiun Luar Angkasa China Jatuh di Samudera Pasifik

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Senin 02 April 2018 10:05 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 02 18 1880825 stasiun-luar-angkasa-china-jatuh-di-samudera-pasifik-cbcaroodoJ.JPG Replika model Stasiun Luar Angkasa China Tiangong-1 (Foto: Jason Lee/Reuters)

BEIJING – Stasiun luar angkasa China, Tiangong-1, sudah memasuki atmosfer bumi dan terbakar habis sebelum jatuh di tengah-tengah wilayah Pasifik Selatan. Menurut otoritas antariksa China, Tiangong-1, masuk atmosfer bumi sekira pukul 08.15 waktu Beijing dan sebagian besar komponennya sudah habis terbakar. Tiangong-1 sebelumnya diperkirakan akan jatuh pada 30 Maret – 1 April 2018.

Sebelumnya, lembaga yang sama memperkirakan Tiangong-1 akan jatuh di sekitar perairan Brasil di Samudera Atlantik sebelah selatan, yang berdekatan dengan Sao Paulo dan Rio de Janeiro. China juga berulang kali menegaskan bahwa Tiangong-1 tidak akan jatuh di daratan.

BACA JUGA: Ilmuwan Jamin Jatuhnya Stasiun Luar Angkasa China Tidak Membahayakan Bumi

Tabloid terbesar China, Global Times, mengatakan bahwa perhatian dari seluruh dunia akan kejatuhan Tiangong-1 menunjukkan rasa iri terhadap industri antariksa China. Sebab, jatuhnya pesawat antariksa atau stasiun luar angkasa sudah beberapa kali terjadi.

“Sangat normal bagi benda dari antariksa untuk memasuki atmosfer bumi, tetapi Tiangong-1 mendapat perhatian begitu besar tentu saja karena sebagian Negara Barat berusaha membuat heboh dan mencoreng kemajuan industri antariksa China yang begitu pesat,” bunyi artikel Global Times, dinukil dari Reuters, Senin (2/4/2018).

Stasiun luar angkasa tanpa awak berukuran panjang 10,4 meter (m) itu pertama kali mengorbit pada 2011. Tiangong-1 diluncurkan dengan misi utama sebagai stasiun luar angkasa permanen yang mengorbit bumi pada 2023. Tugasnya sendiri berakhir pada 16 Maret 2016 dan ilmuwan beberapa waktu lalu memastikan jatuhnya Tiangong-1 kemungkinan besar ke lautan.

Pakar luar angkasa China, Pang Zhihao menuturkan, sesuai tradisi yang berlaku secara internasional, biasanya bekas benda luar angkasa yang berada di orbit dekat bumi dibiarkan jatuh hingga dasar lautan di Samudera Pasifik yang jauh dari daratan.

BACA JUGA: Jatuhnya Stasiun Luar Angkasa China Makin Dekat, Indonesia Perlu Waspada?

BACA JUGA: LAPAN Pastikan Satelit Tiangong-1 Tidak Jatuh di Indonesia 

Pernyataan senada diungkapkan Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin, yang mengatakan jatuhnya Tiangong-1 tidak dapat dicegah. Akan tetapi, ia meminta agar media dan pengamat tidak berandai-andai yang justru dapat meresahkan masyarakat.

Thomas Djamaluddin menuturkan, jatuhnya pesawat atau stasiun luar angkasa telah beberapa kali terjadi sehingga tidak perlu dikhawatirkan. Kalau pun nanti di wilayah Indonesia, ia memperkirakan jatuhnya Tiangong-1 di kawasan tidak berpenghuni karena wilayah pemukiman Indonesia jauh lebih kecil daripada luas lautan, hutan, dan gurun. (war)

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini