Kasus Pemerkosaan TKI di Malaysia, 4 WNI Lain Ngaku Jadi Korban

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Selasa 03 April 2018 15:09 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 03 18 1881499 kasus-pemerkosaan-tki-di-malaysia-4-wni-lain-ngaku-jadi-korban-G85pwdi4Dn.jpg Ilustrasi (dok. Okezone)

SIBU – Kasus pemerkosaan yang dilakukan seorang pengelola kantin kepada tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia semakin berkembang. Kepolisian Sibu mengungkapkan, ada empat orang TKI lainnya yang mengaku sudah dilecehkan oleh sang majikan sejak November 2016.

Asisten Komisioner Kepolisian Sibu, Stanley Jonathan Ringgit mengatakan, empat orang perempuan Indonesia sudah mengajukan laporan polisi terkait pria berusia 42 tahun itu. keempatnya diketahui bekerja untuk tersangka dengan rentang usia antara 17-20an tahun.

Kasus yang menimpa keempat perempuan itu terjadi antara Agustus 2017 hingga Maret lalu. Stanley mengatakan, insiden pelecehan seksual itu melibatkan remaja berusia 17 tahun dengan sang majikan pada Agustus 2017 sekira pukul 10.00 pagi waktu setempat di ruangan kantor.

“Tersangka memanggil korban ke kantornya, dan ketika perempuan itu datang, lelaki tersebut mulai menciumnya dan mengangkat sedikit pakaian korban hingga payudaranya terlihat. Melihat korban menangis, pelaku memarahi korban dan memintanya segera keluar,” ujar Stanley Jonathan Ringgit, mengutip dari The Star, Selasa (3/4/2018).

BACA JUGA: Pengelola Kantin di Malaysia Ditangkap Setelah Perkosa TKI Sejak 2016

Ia menambahkan, kasus pelecehan seksual terhadap tiga orang perempuan lainnya terjadi di rumah tersangka. Stanley menerangkan, kasus tersebut akan diselidiki dengan Pasal 354 KUHP Malaysia.

Pada Senin 2 April, pengadilan memutuskan untuk menahan tersangka selama empat hari untuk kasus pemerkosaan pertama. Pengadilan juga menjerat tersangka dengan Pasal 376 KUHP Malaysia untuk tindak pemerkosaan.

“Kami sedang menanti masa berlaku perintah penahanan pertama habis sebelum menangkapnya kembali untuk ditahan atas kasus terbaru,” ungkap Stanley Jonathan Ringgit.

Pria yang namanya masih dirahasiakan itu diciduk polisi dari rumahnya pada Minggu 1 April menyusul laporan dari pekerja asal Indonesia. Perempuan berusia 20 tahun itu tinggal bersama tersangka dan pekerja lainnya serta telah bekerja sejak Oktober 2016.

Korban diketahui diperkosa berulang kali oleh tersangka ketika istri dan anaknya sedang tidak berada di rumah. Dalam kasus terakhir, pria itu menampar wajah korban karena menolak berhubungan badan.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini