Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Teluk Balikpapan Tercemar Minyak hingga Jadi Lautan Api, Salah Siapa?

Amir Sarifudin , Jurnalis-Jum'at, 06 April 2018 |09:42 WIB
Teluk Balikpapan Tercemar Minyak hingga Jadi Lautan Api, Salah Siapa?
Kebakaran di Teluk Balikpapan (Foto: Amir/Okezone)
A
A
A

Tanpa mempedulikan panas dan bau menyengat, Hairul mengambil jalur yang aman dari minyak hingga benar-benar dekat kapal berbadan besar itu. "Lompat, lompat, terjun saja, nggak apa-apa, kita mau menyelamatkanmu. Jump.. Jump," teriaknya.

Tak lama berselang, tiba Patroli Keamanan Laut Pangkalan TNI AL Balikpapan. Menggunakan KRI Lamaru, 19 ABK yang sudah terjun ke lautan dibawa ke Pos Polisi Sektor Pelabuhan Speed di Kampung Baru.

Para ABK didata dan dimintai keterangan sementara oleh petugas. Kesehatannya pun juga diperiksa dan satu ABK atas nama Sun Song Bo mengalami luka bakar dan dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Usai evakuasi ABK, terdengar lagi kabar bahwa ada pemancing yang terjebak saat kebakaran. Hairul bersama rekannya bergegas menyalakan mesin speedboat dan melaju mendekati kobaran api.

Benar saja, dua pemancing telah menjadi jenazah di perairan. Di baju korban terdapat sisa bekas api. Begitu pula lepuhan luka bakar yang terdapat di kaki.

Korban itu bernama Imam N (41) dan Gusti Anggoro (27). Wajah kedua korban tampak membiru dan dari mulut mengeluarkan busa.

Laporan kemudian datang lagi, bahwa masih ada 3 pemancing yang dinyatakan hilang dan seluruhnya baru bisa ditemukan oleh tim SAR gabungan pada 3 April kemarin.

(Baca Juga: Armada Pembersihan Ditambah, Tumpahan Minyak di Teluk Balikpapan Mulai Berkurang)

Kembali ke 31 Maret 2018, Pukul 02.00 Wita, Pertamina RU V Kalimantan bersama MOR VI segera menggelar konferensi pers. GM Pertamina RU V, Togar MP mengatakan bahwa minyak yang tumpah merupakan bahan bakar kapal berjenis Marine Fuel Oil atau MFO.

"Dua sampel yang diambil dari lokasi berbeda dan berjauhan telah diperiksa di laboratorium dan hasilnya adalah MFO. Bahan bakar ini tidak diproduksi oleh Pertamina di Kalimantan," ucap Togar saat itu.

Dirinya juga membantah bahwa minyak yang tumpah dan terbakar bersumber dari kebocoran pipa bawah laut penyuplai minyak mentah dari Lawelawe ke kilang pengolahan. "Kami turunkan pula 7 penyelam dan sampai saat ini tidak ditemukan pipa bocor," ujarnya.

Bantahan itu pun terbit di portal berita dan beredar cepat di media sosial. Warga ada yang percaya meski ada pula yang meragukan kemudian menjadi bahan pembicaraan di mana saja.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement