Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Polisi Beberkan Kendala Pengungkapan Pelaku Pembunuhan Purnawirawan TNI di Pondok Labu

Badriyanto , Jurnalis-Selasa, 10 April 2018 |09:59 WIB
Polisi Beberkan Kendala Pengungkapan Pelaku Pembunuhan Purnawirawan TNI di Pondok Labu
Rumah pelaku pembunuhan (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Aparat Polres Metro Jakarta Selatan terus berupaya mencari pelaku pembunuhan sadis terhadap seorang pensiunan TNI AL Peltu (Purn) Hunaedi (83) beberapa waktu lalu. Polisi mengakui, alami sedikit kendala dalam kasus itu sehingga belum juga menangkap pelaku dari persembunyiannya.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar menjelaskan, pada prinsipnya setiap kasus memiliki tingkat kesulitan masing-masing. Dalam hal ini, polisi tidak mendapat barang bukti senjata yang digunakan pelaku saat olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) sehingga tidak dapat mengidentifikasi sidik jari.

"Senjata pun dia tidak tinggalkan di TKP, pisaunya dia bawa terus," ungkap Indra saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (10/4/2018).

 (Baca: Polisi Mulai Kuak Pelaku Pembunuhan Sadis Pensiunan TNI di Pondok Labu)

Selanjutnya, minim CCTV yang berada disekitaran lokasi kejadian, sehingga polisi sulit mengetahui identitas maupun ciri-ciri pelaku. Menurut Indra, kamera pengintai itu sangat membantu penyelidikan polisi dalam menangani setiap kasus kejahatan.

"Kemudian kondisi waktu itu sepi. Tapi Insya Allah kita tetap terus cari saksi-saksi mata yang melihat yang bersangkutan sedang berada disitu sebelum, mungkin saat juga, kita sedang dalami," imbuhnya.

Tidak hanya itu, polisi juga sedikit sekali kantongi bukti petunjuk yang mengarah pada identitas pelaku, pelaku sangat minim meninggalkan jejak, bukti-bukti maupun keterangan saksi juga tidak ada yang signifikan mengarah kepada pelaku.

Namun begitu, bukan berarti polisi tidak mungkin menangkap pelaku, tentu penyidik memiliki teknis tertentu dalam mengungkap tindak kejahatan. Kata Indra, pihaknya masih akan terus mencari saksi di sekitaran lokasi untuk segera dimintai keterangannya.

"Kita kan baru 6 saksi kita periksa, ini akan nambah terus nih. Insya Allah mudah-mudahan seizin Allah SWT ini bisa terungkap," pungkasnya.

Seperti diketahui, peristiwa pembunuhan sadis terhadap Hunaedi terjadi pada Kamis malam, sekira pukul 18.00 WIB di kompleks TNI AL RT 07 RW 06 Jalan Kayu Manis, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan. Saat itu korban sedang membaca Alquran, kemudian ada pria memanggil dibalik pintu rumah.

Setelah ditemui, tiba-tiba pelaku langsung membantai korban menggunakan senjata tajam hingga tersungkur dan meninggal dunia. Sementara sang istri yang kebetulan juga berada dalam rumah tersebut langsung lari lewat pintu belakang berteriak meminta tolong kepada warga sekitar lokasi kejadian.

(Mufrod)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement