nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tipu Pasiennya, Dukun Palsu di Tangerang Nyaris Jadi Bulan-Bulanan Warga

Anggy Muda, Jurnalis · Selasa 17 April 2018 01:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 16 338 1887497 tipu-pasiennya-dukun-palsu-di-tangerang-nyaris-jadi-bulan-bulanan-warga-xAz2VeLttH.jpg ilustrasi.

TANGERANG – Aparat Polsek Ciledug mengamankan seorang pria berinisial ACW, setelah dituding warga membuka praktek dukun palsu di RT 03/01 Kampung Pondok Bahar, Kecamatan Karang Tengah, Tangerang, Banten, Senin (16/4/2018).

ACW nyaris diperseksusi warga yang mendengar kabar praktek dukun palsu dengan modus mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit yang dilakukan pelaku.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Okezone, warga yang nyaris menjadi korban adalah Temi (65). Korban yang menderita penyakit katarak ini mendatangi ACW yang berasal dari Solo, Jawa Tengah, agar diobati. Kepada korban, pelaku mengaku dapat menyembuhkan penyakit yang diderita korban dengan pengobatan tenaga dalam. Namun sebelum pelaku memulai ritualnya, korban harus menyerahkan sejumlah uang terlebih dahulu.

“Si ibu katarak dan ketemu sama dia (ACW) pelaku coba mengobati si ibu dengan meminta uang muka Rp1 juta, dan sisanya Rp7,5 juta. Enggak tahunya hanya mau menipu karena si ibu juga malah enggak sembuh. Ya warga yang tahu langsung emosi dan dateng ke rumah si ibu,” ungkap Aji, warga setempat.

Namun, di saat korban berniat menyelesaikan pembayaran, kata Aji, warga dan petugas sudah ramai di depan rumah korban. Selanjutnya petugas memeriksa dokumen milik ACW, sebelum akhirnya pelaku dibawa ke Mapolsek Ciledug.

“Pas diperiksa dokumen yang dia bawa palsu semua. Karena khawatir nanti malah diamuk massa, akhirnya petugas membawa dia ke Polsek,” terangnya.

Sebelum situasi semakin tidak terkendali, ACW kemudian diamankan jajaran Polsek Ciledug sebelum menjadi bulan-bulanan warga yang geram dengan aksinya.

“Ya tadi langsung ada petugas kecamatan pada ke sini karena pas dapat laporan ada warga mau ngepung si dukun palsu,” ungkap Aji.

Saat dikonfirmasi Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang AKBP Deddy Supriyadi, membenarkan adanya insiden tersebut. Namun, menurut Deddy, pihak keluarga Temi enggan membuat laporan kepolisian dan berniat menyelesaikan kasus itu secara musyawarah.

“Sudah damai antara korban dan pelakunya. Suratnya ada kok, si korban juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya dan mau mengganti kerugian yang telah ia perbuat,” tukas Deddy.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini