nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dedi Mulyadi Ingin SMK Perbanyak Praktek dari Teori

Wijayakusuma, Jurnalis · Jum'at 20 April 2018 04:47 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 20 525 1889097 dedi-mulyadi-ingin-smk-perbanyak-praktek-dari-teori-pSvyOlsD04.jpg Dedi Mulyadi dalam sebuah acara seminar (Foto: Okezone)
 

BEKASI - Sistem pendidikan yang berkualitas kerap dikaitkan dengan banyaknya teori yang diperoleh saat duduk di bangku sekolah. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya sekolah baik negeri maupun swasta, yang menerapkan teori dengan persentase lebih besar ketimbang praktek.

Kondisi tersebut mendapat sorotan dari calon Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut 4, Dedi Mulyadi. Ia pun tergerak ingin merubah mindset yang kadung melekat dalam sistem pendidikan, dalam hal ini pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) khususnya di Jawa Barat.

(Baca juga: Dedi Mulyadi Ingin Pelayanan Publik Juga Bisa Dilakukan di Dalam Mal)

Menurut pria yang akrab disapa Demul itu, ditengah gempuran teknologi yang semakin canggih, pendidikan vokasional merupakan sistem yang dianggap paling tepat untuk diterapkan kepada para pelajar SMK saat ini.

Ia menegaskan, pelajar SMK tidak perlu dikebut dengan materi teori yang banyak, karena yang mereka butuhkan adalah pelajaran yang bersifat aplikatif, yang berhubungan dengan berbagai piranti produk teknologi di sektor industri.

"Nanti siswa belajar teorinya cukup satu semester. Sisanya, mereka praktik langsung di perusahaan. Jadi, industri tidak perlu wara-wiri ke daerah lain saat membutuhkan sumber daya manusia untuk perusahaannya," kata Dedi dalam acara Dialog Industri di President University, Jababeka, Kabupaten Bekasi, Kamis (19/4/2018).

 

Pendidikan vokasional memang bukan lah hal baru bagi Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat tersebut. Saat menjabat sebagai Bupati Purwakarta, ia diketahui sukses menerapkan pola pendidikan vokasional di sejumlah SMK, yang memang memiliki perbedaan yang mencolok dari sekolah pada umumnya.

"Sebanyak dua kali dalam sebulan, pelajar di seluruh tingkatan di Purwakarta tidak belajar di dalam kelas. Tapi mereka membantu pekerjaan orang tua masing-masing di tempat kerjanya," ujar Dedi.

 (Baca juga: Kukurusukan di Karawang, Dedi Mulyadi "Lamar" Nenek Renta)

Bukan hanya itu, pelajar di SMK dan Sekolah Tinggi Industri di Purwakarta, juga dibekali pendidikan sistem manajerial perusahaan. Sehingga saat kelulusan tiba, mereka sudah mampu memahami dan siap menerapkan sistem tersebut di perusahaan tempat mereka bekerja nantinya.

“Nah, karena itu di industri harus ada universitas minimal sampai D3. Mereka diajarkan bagaimana menjadi manajer. Ini orientasi pendidikan vokasional, karena itu harus mampu melahirkan manajer handal,” tegasnya.

Dedi mengaku, gagasan dalam menciptakan sistem pendidikan yang bermutu dan bisa mencetak lulusan-lulusan handal, tak lepas dari banyaknya perusahaan di Indonesia terutama yang berbasis modal asing, mempekerjakan warga Indonesia pada tingkatan low management. Sedangkan yang menempatkan pada posisi middle atau top management, hanya segelintir perusahaan.

Melalui langkah ini, pasangan duet Demiz dalam Pilgub Jabar itu berharap, sektor industri bisa turut berperan aktif dalam mencetak manajer-manajer kelas middle dan top management.

"Kalau dalam 1 tahun 100 orang yang lulus, dalam 5 sampai 10 tahun bisa berapa? Pola ini saya terapkan di Purwakarta dan kini mereka berhasil mengisi posisi strategis di perusahaannya," paparnya.

Gagasan tentang konsep pendidikan vokasional yang diungkapkan pertama kali oleh Dedi Mulyadi, pada Sabtu (3/3/2018), ternyata juga diminati oleh Ridwan Kamil yang juga membahasnya pada Selasa (27/3/2018).

Yang membedakannya adalah, mantan Wali Kota Bandung yang dikenal dengan panggilan kang Emil itu, hanya sebatas menganggap bahwa pendidikan vokasional sebagai salah satu cara yang mampu menyerap tenaga kerja, tanpa berpikir lebih lanjut soal posisi middle dan top management di perusahaan.

"Saya reorientasi nanti SMK di Jawa Barat agar bisa langsung diserap industri," singkatnya kala itu.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini