nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Beli Sukhoi dari Rusia, Indonesia Terancam Disanksi AS

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Selasa 24 April 2018 14:04 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 24 18 1890805 beli-sukhoi-dari-rusia-indonesia-terancam-disanksi-as-RStF0M8Ctf.jpg Jet tempur Su-35 Sukhoi buatan Rusia (Foto: Maxim Shemetov/Reuters)

JAKARTA – Sejumlah negara di Asia, termasuk Indonesia, terancam dijatuhi sanksi oleh Amerika Serikat (AS) karena mengimpor alat utama sistem pertahanan (alutsista) produksi Rusia. Sanksi tersebut dikenakan berdasarkan undang-undang (UU) yang disahkan Presiden Donald Trump pada Agustus 2017.

UU tersebut dimaksudkan untuk menghukum Presiden Rusia Vladimir Putin atas aneksasi Semenanjung Crimea terhadap Ukraina yang dilakukan pada 2014, keterlibatan dalam perang di Suriah, serta intervensi dalam pemilihan presiden (Pilpres) AS 2016.

Akan tetapi, sanksi tersebut juga berlaku bagi sekutu-sekutu AS yang membeli senjata serta peralatan dari Rusia. Indonesia termasuk salah satu negara yang mengimpor alutsista dari Rusia berupa jet tempur Su-35 Sukhoi.

Melansir dari Reuters, Selasa (24/4/2018), Jakarta memiliki kesepakatan pembelian jet tempur dari Rusia senilai USD1,14 miliar (setara Rp15,8 triliun). Pengiriman sepasang Su-35 Sukhoi dari total 11 unit yang disepakati, akan dilakukan pada 2018.

BACA JUGA: Mantap! Tahun 2019, Sukhoi Su-35 Akan Mengudara di Langit Indonesia 

BACA JUGA: Dubes Rusia: Finalisasi Kesepakatan Pembelian Sukhoi Masih Butuh Waktu 

Sukhoi Melayang-layang di Langit Jakarta

Negara Asia lain yang terancam dengan sanksi tersebut adalah India. New Delhi baru saja menyetujui pembelian alutsista senilai USD6 miliar (setara Rp83,4 triliun) dengan Rusia, di antaranya lima unit sistem pertahanan rudal darat-ke-udara S-400. Kesepakatan itu tercapai antara Perdana Menteri (PM) Narendra Modi dengan Presiden Vladimir Putin pada 2016.

Sistem pertahanan rudal darat-ke-udara S-400 diproduksi oleh Almaz-Antey Air and Space Defense Corporation dan diekspor melalui Rosoboronexport. Agen ekspor milik Rusia tersebut diketahui masuk dalam daftar perusahaan yang dikenai sanksi oleh Washington.

“Pembelian senjata besar-besaran dari Rusia terlihat cukup ‘rapuh’ dari sudut pandang negara-negara Barat, terutama pada saat hubungan Rusia dengan negara Barat berada pada titik terendah. Di sisi lain, India mencari konvergensi hubungan strategis dengan Barat, termasuk AS,” urai pengamat strategi pertahanan di lembaga Observer Research Foundation, Abhijnan Rej.

Negara lain yang berpotensi terjebak dalam hubungan yang rumit adalah Vietnam. Negeri Paman Ho diketahui memiliki jet tempur Su-30 serta sistem pertahanan S-300 yang diproduksi Rusia dalam koleksi alutsista mereka. Hanoi bahkan ingin terus memodernisasi alutsistanya dengan dukungan Moskow.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini