nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gambia Jual Mobil dan Pesawat Milik Mantan Presiden Demi Kurangi Utang Negara

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 11 Mei 2018 13:10 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 05 11 18 1897033 gambia-jual-mobil-dan-pesawat-milik-mantan-presiden-demi-kurangi-utang-negara-C4jh0nT3lp.jpg Tiga pesawat milik mantan penguasa Gambia, Yahya Jammeh terlihat di Bandara Banjul, 2 Juli 2017. (Foto: Reuters)

BANJUL – Gambia menjual beberapa pesawat dan armada mobil-mobil mewah yang dibeli oleh mantan Presiden Yahya Jammeh demi membantu mengurangi jumlah utang yang diambil semasa pemimpin otoriter itu berkuasa.

Jammeh, yang merebut kekuasaan melalui kudeta pada 1994, melarikan diri dari Gambia awal tahun lalu di tengah ancaman intervensi militer dari negara-negara tetangga Gambia di Afrika Barat. Ancaman intervensi itu dilayangkan setelah Jammeh menolak mundur menyusul kekalahannya dalam pemilihan presiden dari Adama Barrow.

BACA JUGA: Ogah Mundur, Presiden Gambia Siap Perang dengan Negara Afrika Barat

Meski sebagian besar rakyat Gambia menderita kemiskinan di bawah pemerintahannya, Jammeh justru mengeruk kekayaan besar, yang kemudian dia bawa dengan pesawat ke pengasingannya di Guinea Ekuator. Namun, ratusan mobil, termasuk beberapa Rolls-Royce dengan nama Jammeh yang terpampang di bangkunya ditinggalkan di tarmac bandara.

Yahya Jammeh. (Foto: Reuters)

"Armada kendaraan mahal di Gedung Negara dan tiga pesawat yang dibeli oleh mantan presiden Yahya Jammeh telah dijual," kata Menteri Keuangan Gambia, Amadou Sanneh sebagaimana dilansir Reuters, Jumat (11/5/2018).

"Kementerian saya akan segera mulai memublikasikan penjualannya."

Pada Rabu, Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan Gambia untuk tidak menambah pinjamannya karena stok utangnya telah mencapai 130 persen dari gross domestic Products (GDP) pada akhir tahun lalu. Sebagian besar utang itu dikontrak pada masa pemerintahan Jammeh baik melalui pinjaman negara atau pengambilalihan kewajiban perusahaan milik negara.

"Biar saya jelaskan ... (jumlah utang) bahkan mungkin lebih tinggi karena kami belum membuka buku perusahaan milik negara," kata Pimpinan Misi IMF di Gambia, Jaroslaw Wieczorek.

Presiden Gambia, Adama Barrow.

Sejak memegang jabatan dan menemukan bahwa kas negara hampir kosong, Barrow dan pemerintahannya telah berusaha untuk memisahkan keuangan negara dari bisnis-bisnis pribadi milik Jammeh.

Sanneh mengatakan, tahun lalu sekira USD100 juta atau lebih dari sepertiga anggaran tahunan pemerintah disedot dari perusahaan-perusahaan negara.

BACA JUGA: Mantan Presiden Gambia Kuras Kas Negara sebelum Mengasingkan Diri

Presiden Barrow telah membentuk sebuah komisi yang mendatangi properti-properti milik Jammeh untuk mencatat kepemilikan mantan penguasa itu dengan tujuan untuk mengambil kembali aset-aset yang dicuri dari negara.

Para penyelidik juga berusaha mencari tahu aset-aset dan kekayaan Jammeh yang disimpan di luar negeri. Namun, proses itu telah mendapatkan perlawanan dari pendukung dan partai politik Jammeh yang menuduh Barrow sedang menjadikan Jammeh sebagai kambing hitam untuk dihukum.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini