Mantan Bupati Purwakarta dua periode ini bukan seorang penakluk seperti Kaisar Konstantin dari Romawi. Ia juga tidak pernah meminta wangsit kekuasaan seperti Raja Byzas dari Yunani. Tapi ada penggalan kisah menarik yang membuat Kang Dedi, dalam satu hal, layak sejajar dengan mereka.
Jika di tahun 2017, pada ulang tahunnya yang ke-46, salah satu hadiah yang paling berkesan adalah lagu yang didedikasikan Sule untuknya. Tahun 2018 ini, mungkin kado terbesarnya datang dari Kampung Biru, Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat.
Bagaimana tidak, alih-alih urunan memberikan sebentuk barang, seluruh warga Kampung Biru sepakat mengubah nama kampung mereka demi Kang Dedi.
Tidak tanggung-tanggung. Dalam peresmian yang dilakukan lima hari setelah kelahiran Kang Dedi, Senin, 16 April 2018, mereka ternyata bahkan mengganti nama kampungnya dengan nama Kang Dedi sendiri. Sehingga kini kampung tersebut dikenal menjadi Kampung Dedi Mulyadi.
* * *
Dari segi penamaan wilayah yang diambil dari tokoh semasih hidup, sosok yang juga dikenal sebagai Ki Sunda ini, sama dengan Raja Byzas dan Kaisar Konstantin. Yang berbeda adalah nuansanya.
Jika penamaan dari kedua legenda tersebut masih identik dengan penguasaan, Kang Dedi tidak demikian. Penamaan itu justru diberikan orang kepadanya sebagai penghormatan, padahal ia tidak tinggal di wilayah itu.