(Foto: Istimewa)
Kehadiran Kang Dedi sebagai orang luar yang justru diminta datang ke Kampung Biru, lebih mirip dengan penghormatan yang pernah diberikan oleh penduduk Yatsrib kepada Nabi Muhammad pada tahun 622.
Setelah bertahun-tahun suku Aus dan Khazraj bermusuhan dan melalui perang saudara, Sang Nabi diminta hijrah ke sana dan berhasil menghapuskan permusuhan mereka. Sebagai penghormatan, mereka pun mengganti nama Yatsrib menjadi Madinatun Nabi (Kota Nabi).
Sebutan lainnya adalah Madinatun Munawwaroh (Kota yang Bercahaya), yang populer sebagai Madinah.
* * *
“What’s in a name? That which we call a rose by any other name would smell as sweet”. Apalah arti sebuah nama? Yang kita sebut sebagai mawar, diganti dengan nama apapun, tetap saja akan wangi.
William Shakespeare boleh saja tidak mempermasalahkan nama saat berkata demikian. Tapi dalam kontestasi politik, penamaan sangat berpengaruh pada pemenangan.
Berubahnya nama Kampung Biru menjadi Kampung Dedi Mulyadi misalnya. Penamaan ini bukan hanya menunjukkan kepercayaan lebih pada orang luar, tetapi juga bisa berarti lebih tidak mempercayai orang dalam.