JAKARTA – Teror bom yang terjadi beruntun di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur diduga sebagai aksi balas dendam atas tragedi kerusuhan di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Aksi itu diduga dipicu dari kekecewaan jaringan teroris terhadap sidang tuntuntan terdakwa kasus bom Thamrin Aman Abdurahman.
Pengamat terorisme, Harist Abu Ulya mengatakan, sosok Aman Abdurahman masih menjadi panutan bagi semua sel-sel teroris di Indonesia. Baik itu jaringan Jamaah Ansharud Daulah (JAD) maupun Jamaah Ansharut Tauhid (JAT), yang sama-sama berafiliasi terhadap ISIS.
"Itu adalah di antaranya, sesuatu yang menambah mereka marah karena pimpinan mereka (Aman Abdurahman) dianggap dizalimi," kata Harist kepada Okezone, Selasa (15/5/2018).
Sebagaimana diketahui, kerusuhan disertai penyanderaan polisi di Rutan Mako Brimob terjadi pada Selasa 8 Mei malam atau tiga hari sebelum sidang pembacaan tuntutan Aman Abdurahman di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan pada Jumat 11 Mei lalu. Diduga karena kerusuhan itu, sidang tuntutan Aman mendadak ditunda.