Image

Langkah Presiden Hidupkan Koopssusgab Dinilai Tepat dan Sesuai Undang-Undang

Adi Rianghepat, Jurnalis · Kamis 17 Mei 2018 14:08 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 17 337 1899414 langkah-presiden-hidupkan-koopssusgab-dinilai-tepat-dan-sesuai-undang-undang-DOEPox9T1I.jpg

KUPANG - Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) TNI yang diresmikan 9 Juni 2015 silam lalu dibekukan, kali ini mau dihidupkan kembali dalam mengintensifkan tugasnya memberantas terorisme di negeri ini.

Rencana menghidupkan kembali Koopssusgab yang merupakan tim gabungan pasukan elite khusus TNI dari matra darat, laut dan udara yang kemampuan antiterornya diakui dunia itu mendapat banyak reaksi menolak. Namun demikian banyak pakar yang menilai langkah pemerintah melalui Presiden Joko Widodo itu sudah sangat tepat.

Pengamat Intelijen dan Militer Dr Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati M.Si mengatakan langkah Presiden itu sudah tepat karena telah sejalan dengan amanat Undang-Undang Perrahanan Negara serta Undang-Undang TNI. Namun begitu perlu ada aturan lebih lanjut berupa Perpres sebagai landasan tugas Koopssusgab TNI termasuk sinergitas dengan tugas Detasemen 88 Polri.

"Keinginan Presiden untuk menghidupkan kembali Koopssusgab TNI sudah tepat sesuai amanat UU Pertahanan Negara dan UU TNI. Yang perlu diatur sekarang adalah Perpres untuk menugaskan Koopssusgab TNI sebagai salah satu kebijakan Presiden untuk menyinergikan dengan Detasemen 88 Polri," kata Nuning begitu sapaanya kepada Okezone Kamis (17/5/2018), menjawab sikapnya terhadap rencana pemerintah melalui Presiden Joko Widodo yang segera mengaktifkan Koopssusgab TNI berantas terorisme di negara ini.

 Foto: Antara

Dia menjelaskan terkait rencana Koopssusgab itu sampai sekarang masih tetap operasional. Komando Pasukan Khusus dan Komando Satuan Khusus sampai sekarang di bawah pembinaan masing-masing angkatan karena tugas pokok dan fungsinya adalah pelengkap pasukan reguler.

"Jadi pasukan khusus dibentuk untuk menjadi ujung tombak pasukan reguler masing-masing angkatan dalam skala perang terbuka dan bahwa setiap pasukan khusus memiliki standar keahlian yang berbeda sesuai ciri khas dan karakteristik setiap operasi tempur," ucapnya.

Dikatakannya, kemampuan antiteror setiap angkatan juga berbeda. Kopassus dilatih antiteror di darat sebagai salah satu dari 4 kemampuan dasar yang harus dimiliki. Satuan Penanggulangan Teror Kopassus merupakan detasemen tersendiri. Namun jangan ketinggalan Sandhi Yudha sebagai pencegahan dan deradikalisasi.

Sementara Kopaska dan Taifib dilatih anti teror di laut sebagai salah satu dari 11 kemampuan dasar yang harus dikuasai. Pasukan khusus anti teror di laut lanjut dia, merupakan gabungan prajurit Kopaska dan Taifib dalam satuan Detasemen Jala Mengkara. "Demikian juga Korpaskhas, memiliki Detasemen Bravo untuk anti teror dan pembebasan sandera di bandara," kata Nuning.

Menurut dia, Koopssusgab hanya dibentuk sesuai kebutuhan tugas bukan satuan permanen. Tugasnya untuk mencapai misi tertentu dalam jangka waktu tertentu, seperti anti-teror. Dengan demikian maka, keinginan Presiden untuk menghidupkan kembali Koopssusgab TNI sudah tepat sesuai amanat UU Pertahanan Negara dan UU TNI.

"Apalagi di tengah situasi saat ini yang sangat membutuhkan kerja sama luar biasa antara TNI, Polri dan sejumlah lembaga lainnya untuk menumpas aksi teror yang semakin menyebar di seluruh wilayah NKRI. Butuh kerja sama yang sinergi semua pihak termasuk masyarakat menumpas aksi teror di tengah maayarakat," kata Nuning.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini