nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

LBH: Tuntutan Hukuman Mati Aman Tidak Akan Berantas Terorisme

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Sabtu 19 Mei 2018 06:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 05 19 337 1900154 lbh-tuntutan-hukuman-mati-aman-tidak-akan-berantas-terorisme-yTcop1XwdE.jpg Sidang tuntutan Aman Abdurrahman di PN Jaksel. (Foto: Antara)

JAKARTA – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Masyarakat menyayangkan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang menunut hukuman mati terhadap pelaku tindak pidana terorisme Aman Abdurrahman.

Menurut Direktur LBH Masyarakat, Ricky Gunawan menilai, seharusnya sanksi bagi Aman serta pelaku teroris lainnya bukanlah hukuman mati. Hal ini lantaran hukuman mati tidak akan menyelesaikan masalah terorisme.

"LBH Masyarakat meyakini bahwa menghukum mati pelaku terorisme hanya melanggengkan lingkar kekerasan dan tidak menyelesaikan akar kejahatan terorisme, serta tidak menghentikan meluasnya paham radikalisme," ungkap Ricky dalam keterangan yang diterima Okezone, Sabtu (19/5/2018).

Ricky melanjutkan, setelah eksekusi mati terhadap Amrozi, Imam Samudra dan Ali Gufron aksi terorisme enggan surut dan paham ekstremisme masih menyeruak. Oleh karenanya, hukuman mati itu tidak membuat gentar bagi pelaku terorisme.

"Tuntutan hukuman mati terhadap pelaku terorisme yang justru tidak takut mati dan siap melakukan aksi bunuh diri hanya kan menempatkan pelaku sebagai martir dan berpotensi menarik simpati dari banyak orang," kata dia.

Oleh karena itu, sambung Ricky, respons terhadap maraknya aksi teror yang belakangan ini terjadi tidaklah perlu emosional dalam meresponsnya.

"Respons terhadap teror harus berlandaskan strategi yang komprehensif, terukur, berbasis bukti, dan tetap menghormati norma-norma hak asasi manusia," tandasnya.

Seperti diketahui, pada sidang pembacaan tuntunan yang berlangsung kemarin di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, JPU menuntut terdakwa hukuman mati. Aman Abdurrahman didakwa sebagai aktor intelektual yang memberikan doktrin kepada pelaku bom bunuh diri di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada 14 Januari 2016. Dia juga disebut-sebut sebagai otak dibalik bom Kampung Melayu dan Samarinda.

(Baca Juga: Alasan Jaksa Tuntut Mati Aman Abdurahman)

Peran Aman Abdurrahman memberikan doktrin kepada para pengikutnya yang mengunjunginya di penjara. Kemudian, memerintahkan untuk berjihad dengan menjadikan warga negara asing, terutama Prancis dan Rusia, sebagai target.

(Baca Juga: Keberatan Dituntut Hukuman Mati, Aman Abdurahman Ajukan Pleidoi)

Atas rentetan kasus itu, Aman dituduh melanggar Pasal 14 Juncto Pasal 6 subsider Pasal 15 UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Sementara itu, dalam dakwaan sekunder, disangkakan Pasal 14 Juncto Pasal 7 subsider Pasal 15 Juncto Pasal 7 UU Terorisme.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini