Share

Buang Limbah Cair ke Citarum, Perusahaan Asing Digerebek Polisi

Mulyana, Okezone · Kamis 24 Mei 2018 23:18 WIB
https: img.okezone.com content 2018 05 24 525 1902403 buang-limbah-cair-ke-citarum-perusahaan-asing-digerebek-polisi-kiVv2hFykx.jpg Pemeriksaan polisi akan perusahaan yang diduga membuang limbah ke Sungai Citarum (Foto: Mulyana/Okezone)

PURWAKARTA - Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Purwakarta, Jawa Barat, menyegel outlet pengolahan limbah PT Indonesia Libolon Fiber Sisytem yang berlokasi di Desa Kembangkunin, Kecamatan Jatiluhur.

Perusahaan tekstil milik asing ini terindikasi telah melakukan pencemaran lingkungan, terutama di aliran Sungai Citarum. Perusahaan tersebut, diduga telah membuang limbah cair secara langsung ke Sungai Cikembang yang merupakan aliran anak Sungai Citarum tanpa proses pengolahan yang benar.

Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP Agta Bhuwana Putra mengungkapkan, dugaan pencemaran ini terungkap setelah jajarannya menerima laporan dari warga adanya ketidak beresan pengelolaan limbah cair di perusahaan asal Taiwan itu.

"Hasil penyelidikan kami, limbah cair yang dihasilkan dari perusahaan tersebut tidak diproses sebagaimana mestinya," ujar Agta kepada Okezone, Kamis (24/5/2018).

Agta mengaku, proses hukum kasus pencemaran lingkungan tersebut. Hasil penyelidikan sementara jajarannya, ada indikasi perusahaan tersebut telah membuang limbah cairnya langsung ke aliran sungai.

Selain itu, terang dia, pihaknya menemukan indikasi lain. Yakni, perusahaan tersebut tak mengantongi izin terkait instalasi pengelolaan air limbah (IPAL). Artinya, yang jadi masalah, air limbah perusahaan ini dibuang ke aliran tanpa diproses dengan benar. Kemudian, IPAL perusahaan tersebut tak berizin.

"Kasus ini terus kita dalami," jelas Agta.

Agta menjelaskan, saat ini kasus pencemaran tersebut sedang diproses. Jajarannya pun telah menyegel outlet pengelolaan limbah di perusahaan tersebut. Tak hanya itu, pihaknya juga telah mengambil sampel air limbah ini untuk diuji di laboratorium.

Menurutnya, perusahaan ini diduga telah melanggar UU Lingkungan Hidup (LH). Untuk proses selanjutnya, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas LH setempat. Serta menunggu hasil uji laboratorium kadar air limbah tersebut.

"Nanti kita lihat hasil uji laboratorumnya. Uji lab ini untuk memastikan kandungan berbahaya apa saja yang terdapat dari air limbah yang dibuang oleh perusahaan ini," tegas dia.

Agta menegaskan, pascakeluarnya peraturan Presiden mengenai Citarum Harum, pihaknya terus mengintensifkan pengawasan terhadap perusahaan yang ada. Terutama, perusahaan yang berada di sepanjang DAS Citarum.

"Setiap hal yang berkaitan dengan Sungai Citarum, pasti akan kami awasi. Kami tak segan menindak siapa pun yang mencemari Citarum," tambah dia.

Terkait penyegelan outlet pengolahan limbah di perusahaan tersebut, menurut dia, sengaja dilakukan guna memudahkan proses peyelidikan. Penyegelan ini sendiri, dilakukan hingga batas waktu yang tak ditentukan.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini