Share

KLHK: Presiden Jokowi Ingin Sungai Citarum Bersih dari Sampah

Fathnur Rohman, Okezone · Jum'at 12 Juni 2020 08:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 12 525 2228663 klhk-presiden-jokowi-ingin-sungai-citarum-bersih-dari-sampah-9OuPoPUEFw.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo menginginkan sungai Citarum bersih dari sampah dan bisa bermanfaat untuk banyak masyarakat.

Hal tersebut diimplementasikan dengan terbitnya Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum.

Direktur Jenderal Pengelolaan Limbah, Sampah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PLSB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Rossa Vivien Ratnawati mengungkapkan, rehabilitasi DAS Cutarum ini paling diperhatikan oleh Presiden Joko Widodo.

Kepala Negara disebut menginginkan agar DAS Citarum dapat kembali bersih dan bermanfaat buat seluruh masyarakat, terutama di wilayah DAS.

“Karena itu pengerjaannya kita keroyok bersama baik Kementerian PUPR, KLHK, Bappenas, Kemenko Kemaritiman, Pemerintah Daerah, dan masyarakat,” kata Vivien.

Terbaru, KLHK meresmikan Fasilitas Pengelolaan Sampah di Kabupaten Indramayu, yang merupakan satu dari lima kabupaten di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, Jabar untuk Tahun Anggaran 2019.

Lima kabupaten dimaksud meliputi Kabupaten Indramayu, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Subang, dan Kabupaten Bekasi. Adapun tahap pertama, peresmian baru dilakukan untuk Kabupaten Indramayu. Karena itu, peresmian dilakukan bersama dengan Bupati Kabupaten Indramayu, Taufik Hidayat dan jajarannya melalui daring.

Hadir dalam peresmian, ini perwakilan dari Kantor Menteri Koordinator Kelautan dan Investasi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Gubernur Jabar, dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan lima kabupaten.

Karena itu, kata Dirjen Vivien, edukasi pengelolaan sampah oleh masyarakat perlu terus dilakukan agar sampah bisa berkurang dan pengelolaannya bermanfaat. “Peran tokoh masyarakat untuk ikut mengurangi sampah juga sangat penting,” kata Vivien.

Sementara itu Bupati Indramayu, Taufik Hidayat dalam sambutan persmian mengatakan, kabupaten yang dipimpinnya merasa sangat berterima kasih karena pemerintah pusat melalui Ditjen PSLB3 KLHK telah membantu membangun Pusat Daur Ulang (PDU) dan Bank Sampak Induk (BSI) di Desa Sumber Mulya, Kecamatan Hargeulis, Indramayu.

“Kami berharap, melalui KLHK, bantun seperti itu dapat ditingkatkan agar target pengurangan sampah di Indramayu bisa tercapai,” kata Bupati.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini