Share

Terindikasi Cemari Citarum, Polisi Bidik Belasan Perusahaan di Purwakarta

Mulyana, Okezone · Senin 28 Mei 2018 21:01 WIB
https: img.okezone.com content 2018 05 28 525 1903799 terindikasi-cemari-citarum-polisi-bidik-belasan-perusahaan-di-purwakarta-kzVsupAOA8.jpg Foto Ilustrasi

PURWAKARTA - Presiden Joko Widodo, beberapa waktu lalu telah membuat sebuah program sebagai bentuk perhatian untuk Sungai Citarum. Ya, program Citarum Harum yang dituangkan melalui Perpres No 15/2018 itu.

Dalam program tersebut, pemerintah menargetkan Sungai Citarum bisa bersih dalam tujuh tahun kedepan. Dengan terbitnya Perpres ini, sudah barang tentu stakeholder di daerah yang terlintasi Sungai Citarum harus bekerja lebih ekstra.

Masing-masing daerah, dituntut untuk mengimplementasikan program tersebut untuk terciptanya Citarum bersih. Sehingga, suksesi program percepatan pengendalian pencemaran dan pengrusakan DAS Citarum ini bisa direalisasikan.

Seperti di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, jajaran Polres bersama unsur muspida setempat mengintensifkan monitoring di aliran Sungai Citarum yang melintas di wilayah itu. Monitoring ini, guna memastikan kondisi sungai terbesar di Jabar itu.

 citarum

Kapolres Purwakarta, AKBP Twedi Aditya Bennyahdi menuturkan, penelusuran jajarannya ini dilakukan sepanjang aliran Citarum yang melintasi wilayahnya. Yakni, dari mulai Kecamatan Maniis, hingga wilayah yang masuk ke perbatasan Kabupaten Karawang.

"Kami susuri seluruh titik yang dianggap rawan pencemaran," ujar Twedi akhir pekan kemarin.

Twedi mengaku, hasil penelusurannya ini cukup membuahkan hasil. Karena, jajarannya bisa lebih mengetahui titik-titik mana saja yang rawan pencemaran.

Dalam penelusurannya ini, pihaknya juga menemukan ada beberapa perusahaan yang diduga membuang air limbahnya langsung ke aliran DAS Citarum. Namun demikian, pihaknya masih enggan berspekulasi terkait perusahaan mana saja yang membuang limbanya ke sungai. Karena, untuk lebih memastikan perusahaan tersebut menyumbang pencemaran atau tidak, harus terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan.

"Nanti kita periksa dulu kwalitas air yang dibuang oleh perusahaan tersebut. Kita nanti akan uji lab dulu, supaya bisa kelihatan apakah terbukti mencemari atau tidak," jelas dia.

 citarum

Dalam hal ini, pihaknya akan menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat untuk melakukan pengujian kadar air yang dibuang oleh perusahaan-perusahaan tersebut.

"Apa hasil nanti, kami lakukan sesuai prosedur yang harus dilakukan dari DLH," kata dia menambahkan.

Sementara itu, Satresrkim Polres Purwakarta juga telah membidik belasan perusahaan di wilayah ini yang terindikasi telah melakukan pencemaran lingkungan, terutama Sungai Citarum.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP Agta Bhuwana Putra mengatakan, hasil penelusuran jajarannya, di wilayah hukumnya ada sekitar 16 perusahaan yang terindikasi menyumbang pencemaran lingkungan.

"Sejauh ini, sudah ada empat perusahaan yang kami tindak," ujar Agta.

Agta menuturkan, saat ini jajarannya masih melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) lainnya untuk bahan penyelidikan. Selain itu, pihaknya pun telah memanggil pihak-pihak terkait untuk dimintai keterangan.

Untuk sementara, kata dia, fakta dan temuan yang berhasil diperoleh di lapangan, sebagian besar dari belasan perusahaan tersebut tidak mengantongi izin pengolahan limbah, serta tidak melakukan pengelolaan limbah dengan baik.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini