Polisi Telah Menindak 4 Perusahaan yang Terindikasi Cemari Sungai Citarum

Mulyana, Okezone · Selasa 29 Mei 2018 20:30 WIB
https: img.okezone.com content 2018 05 29 525 1904170 polisi-telah-menindak-4-perusahaan-yang-terindikasi-cemari-sungai-citarum-Nb9llPwn6m.jpg Petugas Menyelidiki Pencemaran Sungai Citarum (foto: Mulyana/Okezone)

PURWAKARTA - Satresrkim Polres Purwakarta, telah menindak empat perusahaan yang terindikasi telah melakukan pencemaran lingkungan, terutama ke Sungai Citarum. Perusahaan yang telah ditindak ini, di antaranya PT Indonesia Libolon Fiber System di Desa Kembang Kuning, Kecamatan Jatiluhur, serta, PT Indotama Ferro Alloys di Desa Cilangkap, Babakancikao.

Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP Agta Bhuwana Putra menuturkan, saat ini jajarannya telah memasang garis polisi du lokasi instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) di empat perusahan tersebut. Lokasi ini, sengaja disegel untuk sementara waktu guna keperluan penyelidikan.

Pencemaran Sungai Citarum (foto: Mulyana/Okezone) 

"Hasil penyelidikan kami, ada sekitar 16 perusahaan yang terindikasi mencemari sungai. Dari jumlah tersebut, empat perusahaan di antaranya telah ditindak," ujar Agta kepada Okezone, Selasa (29/5/2018).

Agta menuturkan, saat ini jajarannya masih melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) lainnya untuk bahan penyelidikan. Selain itu, pihaknya pun telah memanggil pihak-pihak terkait untuk dimintai keterangan.

Untuk sementara, fakta dan temuan yang berhasil diperoleh di lapangan, sebagian besar dari belasan perusahaan tersebut tidak mengantongi izin pengolahan limbah, serta tidak melakukan pengelolaan limbah dengan baik.

Dalam kegiatan ini, pihaknya juga turut menggandeng petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat, untuk menguji kadar air limbah yang dibuang oleh perusahaan tersebut.

Pencemaran Sungai Citarum (foto: Mulyana/Okezone) 

"Kemarin (Senin), kita juga kembali melakukan sidak. Kali ini, ke PT Indotama Ferro Alloys. Kita juga turut membawa petugas dari DLH, supaya bisa langsung mengambil sample air untuk diuji lab," jelas dia.

Dia menjelaskan, keterlibatan dinas terkait memang sangat diperlukan. Hal itu, untuk lebih memastikan terkait kualitas air yang dibuang itu, apakah terbukti tercemar atau tidak. "Apa hasil nanti, akan kita tindaklanjuti. Jika ditemukam unsur pidana, kami tak segan untuk melakukan penegakan hukum," tegas dia.

Agta menambahkan, yang mendasari kegiatannya ini yakni Perpres No 15/2018 mengenai Citarum Harum. Kedepan, jajarannya akan terus mengintensifkan pengawasan terhadap perusahaan yang ada. Terutama, perusahaan yang berada di sepanjang DAS Citarum.

"Setiap hal yang berkaitan dengan Sungai Citarum, pasti akan terus kami awasi. Kami pun tak segan menindak siapapun yang mencemari Citarum," tambah dia.

Pencemaran Sungai Citarum (foto: Mulyana/Okezone)

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini