SAN MIGUEL LOS LOTES – Pencarian korban bencana letusan Gunung Berapi Fuego di Guatemala telah dihentikan untuk sementara pada Kamis karena kondisi yang berbahaya bagi tim penyelamat. Jumlah terakhir korban tewas yang dilaporkan dalam peristiwa itu mencapai 109 orang.
Juru bicara badan manajemen bencana nasional Guatemala, CONRED, David de Leon mengatakan, penduduk masih diminta untuk menjauhi wilayah-wilayah yang berbahaya. Pihak berwenang mengatakan, adanya gangguan informasi antara CONRED dengan ahli vulkanologi di Guatemala telah menyebabkan tertundanya proses evakuasi di daerah sekitar lokasi bencana.
BACA JUGA: Amukan Gunung Fuego dan Kisah Pilu Desa yang Terhapus dari Peta
Diwartakan Reuters, Jumat (8/6/2018), badan penanggulangan bencana dan forensik negara-negara Amerika Tengah (Inacif) mengatakan bahwa jumlah korban tewas akibat letusan gunung Fuego terdahsyat dalam empat dekade itu terus meningkat dan telah mencapai jumlah 109 orang.

Pada Kamis, Jaksa Penuntut Publik Guatemala mengatakan pihaknya akan melakukan penyelidikan untuk mencari tahu apakah protokol penanggulangan bencana diikuti dan menghasilkan pengambilan keputusan yang tepat dalam musibah ini.
BACA JUGA: Tim Penyelamat Masih Cari 200 Korban Hilang dalam Letusan Gunung Berapi Guatemala
Gunung Berapi Fuego memuntahkan abu vulkanis dan lava pyroklastik ke kota-kota sekitarnya saat meletus pada Minggu menyebabkan kerusakan dan korban jiwa.
Fuego adalah salah satu dari beberapa gunung berapi paling aktif di antara 34 di negara Amerika Tengah. Gunung setinggi 3,763 meter itu terletak di dekat kota kolonial Antigua, situs warisan dunia UNESCO yang telah selamat dari beberapa letusan besar.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.